Showing posts with label Kisah Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Kisah Hikmah. Show all posts

Friday, October 7, 2016

Tanda Tanda Kematian Khusnul Khotimah

Tanda Tanda Kematian Khusnul Khotimah
Kematian adalah suatu keniscayaan yg pasti akan dialami oleh setiap yg bernyawa.Setelah melanglang buana hidup didunia,pada saatnya nanti kita akan kembali kepada Sang Pemilik Jiwa,Allah Subhanahu wa ta ‘aalaa.Kematian dapat terjadi kapan saja.Dengan waktu yg tak diduga-duga,dengan cara yg berbeda-beda.Ada seseorang yg mati dengan cara yg baik (khusnul khatimah),namun tak sedikit pula yg saat ajal menjelangnya, ia sedang dalam keadaan yg buruk (su’ul khotimah).Tanda Tanda Kematian Khusnul Khotimah Sebagai umat yg beragama,kita tentu percaya adanya kehidupan setelah kematian.Kita akan dibangkitkan kembali di alam kubur dan mempertanggung jawabkan apa-apa yg telah kita perbuat di alam dunia.Oleh karena hal ini,semua orang,Anda,saya,kita semua,dan bahkan orang yg berkelakuan buruk selama hidupnya sekalipun,tentu sama-sama ingin dapat menemui ajal dalam situasi yg baik atau khusnul khotimah.

http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/10/17-tanda-tanda-kematian-khusnul-khotimah.html


Tanda Tanda Kematian Khusnul Khotimah Nah,jika Anda ingin tahu lebih jauh mengenai apa itu kematian khusnul khotimah,berikut ini adalah tanda tanda kematian khusnul khotimah sesuai dengan literatur dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist. 
  1. Meninggal dunia dengan mengucapkan syahadat (HR. Abu Daud). 
  2. Meninggal dunia dalam keadaan sedang berkeringat (HR. Tirmidzi). 
  3. Meninggal dunia pada waktu siang atau malam jumat (HR. Tirmidzi). 
  4. Meninggal dunia dalam keadaan mati syahid atau terbunuh di medan perang di jalan Allah SWT (QS. 3 : 169-171). 
  5. Mati di jalan Allah SWT (HR. Muslim). 
  6. Meninggal dunia karena penyakit radang selaput dada (HR. Ahmad). 
  7. Meninggal dunia karena penyakit tha’un (HR. Bukhari). 
  8. Meninggal dunia karena sakit perut (HR. Muslim). 
  9. Meninggal dunia karena tenggelam.(HR.Bukhari Muslim)
  10. Meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan (HR. Bukhari dan Muslim). 
  11. Meninggal dunia karena kehamilan disebabkan anak yg sedang dikandungnya (HR. Ahmad). 
  12. Meninggal dunia karena membela agama atau nyawa (HR. Bukhari). 
  13. Meninggal dunia karena membela harta (HR. Abu Daud). 
  14. Meninggal dunia karena terjangkit penyakit TBC (HR. Ath Thabrani). 
  15. Meninggal dunia karena sedang berjaga di jalan Allah SWT. 
  16. Meninggal dunia tatkala sedang beramal shaleh (HR. Ahmad). 
  17. Meninggal dunia karena terbakar api (HR. Ahmad). 

Baca Juga:Tanda-tanda Meninggal yang Baik dan khusnul khatimah
Itulah ketujuh belas tanda tanda kematian khusnul khotimah yg dijelaskan dalam pedoman beragama kita, yakni Al-Quran dan Al-Hadist.Semoga kita semua tergolong orang-orang yg beruntung,sehingga dapat menemui ajal dalam keadaan yg baik.Wallahu 'Alam

Friday, June 17, 2016

Gadis Kecil Itu Bernama Wafa

Wafa adalah seorang gadis kecil berumur 7 tahun.Saat ini,sekolah di Albany Rise Primary School,Melbourne,Australia.Seperti anak-anak seusianya,Wafa juga masih didominasi sifat kekanak-kanakan.Namun di balik itu semua,ada yg istimewa pada gadis kecil ini.Dia satu-satunya murid di sekolahnya yang mengenakan jilbab.Padahal Wafa bersekolah di public school,bukan di sekolah Islami.

Gadis kecil ini tak pernah mau melepas jilbabnya meski saat ini tidak tinggal di Indonesia. Tak ada paksaan dari orang tuanya untuk mengenakan jilbab.Meski berada di lingkungan asing,dengan resiko akan ‘diasingkan’ oleh teman-temannya,dia tetap tidak peduli dan kokoh dengan pendiriannya.

Suatu hari,Australia sedang dilanda heatwave.Waktu itu suhu bisa mencapai 40 derajat celcius.Karena kasihan,guru Wafa memintanya untuk membuka jilbab agar tidak terlalu kepanasan.Namun dengan tenang Wafa menjawab,“Its okay,Miss.I’m alright,”Sang guru pun sampai menyampaikan kekaguman atas kegigihan Wafa.

http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/06/gadis-kecil-itu-bernama-wafa.html


Di kesempatan lain,Wafa ditanya oleh beberapa temannya.“Why do you wear that thing on your head?”Dengan percaya diri sebagai seorang muslim,dia menjawab,“Because I’m muslim,”Sang teman rupanya masih penasaran dan bertanya lagi,“But what you’re wearing that for?”Kembali dengan kepercayaan diri yang tinggi,Wafa menjawab,”Well,because I’m muslim girl and all muslim girls are not allowed to show their hair to other people,besides their own family.”Bisa kita bayangkan betapa takjubnya teman-teman Wafa ketika mendengar jawaban ini.

Entah bagaimana caranya gadis kecil ini memiliki kepercayaan diri dan kebanggaan sebagai seorang muslim.Biasanya anak seusianya sangat takut dianggap berbeda dari teman-temannya.Akan tetapi tidak untuk Wafa. Dia sangat percaya diri dan bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim.Tempat yang asing bagi dirinya pun semakin menempanya untuk tetap bangga sebagai seorang muslim.Kegigihan Wafa ini rupanya juga diperhatikan oleh guru-gurunya. Dia pun terpilih sebagai student of the week di minggu pertama dia masuk ke sekolah tersebut.

Kisah tentang Wafa yang dikutip dari buku Character Building,karangan Yudha Kurniawan SP dan Ir Tri Puji Hindarsih tersebut sungguh menginspirasi kita bahwa identitas sebagai seorang muslim adalah suatu kebanggaan.Di negeri yang mayoritas non muslim,Wafa mampu menunjukkan kebanggan tersebut.Sungguh ironis jika di negeri yang mayoritas muslim ini,kita justru malu menunjukkan identitas diri kita sebagai seorang muslim.Wafa juga memberi pelajaran pada kita bahwa usia yang masih dini bukanlah halangan untuk menanamkan rasa bangga sebagai seorang muslim kepada anak. 


Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Antara lain:
  1. kita bangkitkan kebanggaan menjadi muslim di dada mereka.Sejak awal,kita tumbuhkan kepercayaan diri yang kuat dan harga diri sebagai seorang muslim, sehingga mereka memiliki kebanggaan yang besar pada agamanya. Mereka berani menunjukkan identitasnya sebagai seorang muslim dengan penuh percaya diri.“Isyhadu bi anna muslimun.Saksikan bahwa aku adalah seorang muslim!”
  2. kita biasakan mereka untuk memperlihatkan identitas sebagai seorang muslim, baik yang bersifat fisik,mental,maupun cara berpikir. Inilah yang sekarang ini rasanya perlu kita gali lebih jauh dari khazanah Islam.Bukan untuk menemukan sesuatu yang baru,melainkan untuk menemukan apa yang sudah dilakukan generasi terdahulu yang berasal dari didikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.
  3. kita bangkitkan pada diri mereka al wala’ wal bara’ sehingga memperkuat percaya diri mereka.Apabila mereka berjalan,ajarkanlah mereka untuk tidak menepi dan menyingkir karena grogi berpapasan dengan orang non muslim.Kita tidak bersikap arogan.Kita hanya menunjukkan percaya diri kita sehingga tidak menyingkir karena gemetar.


Semoga kita senantiasa istiqamah dan bangga dengan identitas sebagai seorang muslim. Seperti halnya Wafa dalam kisah di atas.Kebanggaannya sebagai seorang muslim bak sebuah mahkota yang bukan saja meningkatkan derajat di antara kerumunan orang lain, melainkan juga memancarkan cahaya yang membuat potensi dan kemampuannya semakin terlihat.

Semoga yang klik Vote & Share buah hati kita seperti Wafa.Sejuta Amin

Friday, May 6, 2016

Apa Kata AL-IMAM AL-GHAZALI Tentang Mengintip Untuk Cegah Mungkar

Monday, February 15, 2016

Kisah Malaikat JIBRIL Memeluk RASULLULLAH 3 Kali Yang Membuat Kita Menangis

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.
Semoga Allah Ta’ala kurniakan shalawat pada Nabi Muhammad yang sudah mengantarkan Islam pada kita.Assalamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarokatuh.Salam untukmu,wahai Nabi,serta rahmat juga barokah dari Allah Ta’ala untukmu.
Berikut Kisah Nyata Malaikat Jibril Memeluk Rasulullah Tiga Kali Yang Bikin Terharu Membacanya

Begitu mulianya Rasulullah,selama hidup serta matinya yaitu keberkahan.Sosoknya memesona,akhlaknya mulia.Dialah manusia yang dipuji oleh sesama makhluk serta Khaliqnya.Dialah pribadi yang disanjung di bumi serta langit.Namanya bakal harum dalam kebaikan,selalu dimaksud berkali-kali dalam satu hari,di selama saat,oleh milyaran manusia serta malaikat yang jumlahnya tidak terkira.

 http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/02/kisah-malaikat-jibril-memeluk.html

Kemuliaan serta keberkahannya dimulai mulai sejak kecil.Saat anak-anak seusianya lihat permainan serta pertunjukan musik yang melenakkan di kalangan golongan Quraisy, Muhammad bin Abdullah kecil tertidur. Lalu,waktu terbangun,acara musik serta kesia-siaan itu sudah usai.Waktu ada rekannya yang mengajak pada saat lain, dengan polos ia berucap, “Aku tak di ciptakan karenanya. ”

Masuk dewasa, kebijaksanaan serta kebersihan hatinya makin bertambah.Ia bimbang dengan kekafiran,kebodohan serta kemaksiatan kaumnya.Jadi,ia sering merenung,menyendiri berbarengan Tuhannya.Ia pilih Gua sebagai tempat yang tinggi nan hening,untuk berdua bersama.


Rabbnya.
pada malam itu,waktu ia sudah menikah dengan Khadijah yang mulia,ia didatangi Duta Langit.Jibril namanya.Duhai mulianya,seorang manusia didatangi oleh malaikat.Makhluk yang terbuat dari tanah itu,disambangi makhluk Allah Ta’ala yang terbuat dari sinar.


Duta langit yang merupakan imam beberapa malaikat tidaklah datang dengan sia-sia.Ada misi agung yang dibawanya.Terlebih,dia tidaklah turun kecuali lantaran terima perintah Zat yang sudah menciptanya.Malam itu,tercatatlah satu momen agung yang bakal selalu memesona dalam perbincangan sejarah serta peradaban.Malam itu,Nabi Muhammad yang manusia umum itu,dipeluk oleh Malaikat Jibril sebanyak tiga kali.


“Bacalah, ” kata Jibril.

Nabi menjawab,“Sungguh,”ucapnya terbata,“aku tak dapat membaca. ”

Lalu,lanjutnya,Jibril mengambil serta memelukku sampai saya kelelahan.Tidak lama,Jibril melepaskan pelukkannya.


“Bacalah, ” Jibril masih memberi instruksi yang sama.

Jadi Rasul yang buta huruf itu menjawab sama,“Sungguh,”ujarnya gugup,“aku tidak kuasa membaca. ”

Lalu,sabda Rasul meneruskan,Jibril mengambil serta memelukku untuk yang ke-2 kali.Lalu melepaskanku.

Paling akhir,Jibril masih menyampaikan kalimat sama,“Bacalah,” ujarnya tegas.

Serta,sosok mulia yang memanglah tidak pintar baca catat itu menjawab sama,“Sungguh, ” hentinya sesaat,“aku tidak bisa baca. ”

Karena itu,tuturnya menjelaskan,Jibril mengambil serta memelukku untuk ketiga kalinya.

Lalu Jibril membacakan surah al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai wahyu pertama yang di turunkan di Gua Hira’.

Tersebut pelukan Jibril pada Muhmmad Saw.Pelukan imam malaikat pada imam manusia. Pelukan berjuta arti serta mustahil ditafsirkan dengan kata oleh sastrawan mana juga.Lepas diberi wahyu seraya dipeluk tiga kali malam itu,perjuangan Nabi Muhammad Saw sebagai nabi paling akhir akan selekasnya diawali.
Baca Juga:Kisah Pengakuan Pendeta Kristen Kepada Nabi Muhammad saw
Do'a Nabi Untuk Menyembuhkan Bagian Tubuh Yang Sakit 

Sumber : Kisahikmah.

Friday, January 22, 2016

Inilah Kisah Saad Bin Abi Waqassah,Sang Ahli Surga

Mengintip Pribadi Saad Bin Abi Waqassh,Si Pakar Surga
Surga menjadi sebuah tempat yg digambarkan penuh dengan keindahan,ketenangan dan kedamaian.Para penghuni surga merupakan orang-orang yg benar-benar sangat beruntung.Pasalnya,tidak hanya dapat menikmati keindahan surga,namun ia bisa juga melihat wajah Rasulullah dan Sang Maha Pencipta, Allah SWT.

Mengintip Pribadi Saad Bin Abi Waqassh, Si Ahli Surga

Oleh karena itu,banyak manusia yg berlomba-lomba agar bisa menjadi ahli surga.Namun, utk menggapainya bukanlah sebuah perkara yg sulit dan tidak pula terlalu mudah.Lantaran, hanya diperlukan keistiqomah-an dalam mobilisasi perintah Allah dan menjauhkan diri dari sebagian sifat tercela yg menjerumuskan pada keburukan.

Seperti kisah berikut ini,dimana Rasulullah menjelaskan bahwa salah seorang sahabatnya ialah ahli surga.Padahal,ibadahnya sebagian biasa saja.Hingga keunggulan apakah yg dimiliki oleh sang sahabat makanya menjadikannya ahli surga? berikut kisah selengkapnya.

Dalam sebuah hadist diriwayatkan,waktu sedang berada dalam suatu majelis,Rasulullah SAW mengatakan bahwa akan ada seorang ahli surga yg masuk melalui sebuah pintu.Dan ternyata,orang yg masuk melalui pintu tersebut adalah Saad bin Abi Waqassh.

Kejadian ini berlangsung berturut-turut selama tiga hari.Oleh sebab itu,para sahabat penasaran dengan keistimewaan yg dimiliki Saad sehingga Rasulullah pun mengatakan bahwa ia adalah seorang ahli surga.

Adalah Abdullah bin Amr ra,seorang sahabat yg penasaran dengan keistimewaan yg dimiliki Saad.Sehingga,ia pun meminta izin agar diperbolehkan utk menginap dirumah Saad.Dan dengan senang hati Saad pun memberikan izin.

Setelah beberapa hari dirumah Saad,ia tidak sedikitpun melihat kelebihan ibadah sahabatnya tersebut.Bahkan dapat di katakan sebagian biasa saja.Dikarenakan karena amat penasarannya,Abdullah bin Amr ra akhirnya bertanya pada Saad apa yg ia jalankan sehingga Rasulullah pun menyebut sebanyak tiga kali bahwa ada seorang penghuni surga dalam majelisnya.

“Aku pingin mendapatkan kedudukan sepertimu,namun selama tiga hari disini,aku tidak mendapatimu berbuat sesuatu yg istimewa,maka apa rahasianya? ” tanya Abdullah bin Amr ra.

http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/01/inilah-kisah-saad-bin-abi-waqassahsang.html
 
Saat itu Saad menjawab bahwa“Tidak ada yang lebih baik dari yg kamu lihat.”Seketika itu Abdullah pun berpamitan,namun langkahnya terhenti ketika Saad memanggilnya,“Wahai sahabatku,sesungguhnya aku tidak mempunyai rasa dengki dan aku tidak pernah berbuat jahat serta berkata buruk kepada siapapun”ucapnya.Mendengar perkataan sahabatnya tersebut,Abdullah bin Amr akhirnya mengetahui bahwa hal tersebutlah yang menjadi kunci mengapa Saad dirindukan surga.

Sungguh tanpa diduga,walaupun ibadahnya sebagian biasa saja,namun dikarenakan sifatnya yg tiada pernah menaruh dengki dan tidak pernah berbuat jahat lah yg ternyata menjadikannya seorang ahli surga.

Sifat dengki merupakan sifat tercela yg sangat dibenci Allah.Selain itu,sifat ini dapat mengubah cinta menjadi benci dan merusak kedamaian serta mengubahnya menjadi permusuhan.Bahkan Rasulullah mengingatkan bahwa sifat hasud (iri dan dengki) ini dapat mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu.

Seorang manusia yg mempunyai sifat iri dan dengki,akan merasa tidak senang bila melihat orang lain sukses.Terlebih bila orang tersebut ialah musuh yg sejauh ini dibencinya.Namun demikian,ia akan berbahagia bila orang tersebut mendapatkan musibah.

Sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 120,bahwa :
“Jika kamu mendapatkan kebaikan,niscaya mereka akan bersedih hati.Tetapi jika kamu mendapatkan bencana,mereka bergembira maka itu.Sekiranya kamu bersabar dan bertakwa,niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yg mereka laksanakan. "

Oleh karena itu,semestinya sebagai umat Muslim yg beriman semestinya kita menghindari bebrapa sifat tercela seperti iri hati dan dengki.Dikarenakan,tidak hanya membawa keburukan di dalam hati,namun sifat tersebut bisa juga menjauh kita dari surga.

Contohlah Saad bin Abi Waqassh,walaupun ibadahnya bebrapa biasa saja namun ia dapat menjadi seorang ahli surga dikarenakan tidak mempunyai sifat dengki di hatinya.Selain itu, ia juga tidak berbuat kejahatan dan berkata buruk kepada orang lain.
Sehingga,meskipun kita tidak bisa beribadah seperti orang-orang alim lainnya,namun tidak ada salahnya utk membersihkan hati dari sebagian sifat tercela. Dengan demikian,semoga Allah menerima seluruhnya amal ibadah,dan tempatkan kita di dalam surganya.Amin ya rabbal alamin.

Thursday, January 7, 2016

Kisah Cerita Teman Nabi Musa AS Di Surga

Suatu ketika,Nabi Musa AS berdoa,“Ya Allah,tunjukanlah salah seorang teman dudukku di surga!! ”Maka Allah SWT memerintahkan Nabi Musa untuk datang ke pasar di suatu tempat yang agak jauh,di sana terdapat seorang lelaki penjual daging (tukang jagal) dengan ciri-ciri yang dijelaskan secara rinci,yang nantinya akan menjadi teman beliau di surga.Nabi Musa segera menuju pasar itu dan dengan mudah menemukan orang yang dimaksud.



Nabi Musa dengan sabar menunggu orang tersebut menyelesaikan pekerjaannya hingga menjelang petang,sambil memperhatikan aktivitasnya.Ketika akan pulang,Nabi Musa menghampiri dirinya,yang tampaknya tidak mengenal beliau sebagai utusan Allah yang syariat dan ajarannya diikutinya itu.Beliau berkata,“Apakah tuan bersedia menerima saya sebagai tamu? Saya sedang dalam perjalanan (musafir)!! ”

“Baiklah, marilah kita pulang!! ”

Nabi Musa mengikutinya berjalan pulang.Sesampainya di rumah,ia memasak daging yang dibawanya dengan kuah yang sangat lezat dan sebagian disuguhkannya kepada Nabi Musa.Dari sebuah ruangan,lelaki itu mengeluarkan sebuah tempat (wadah) besar yang di dalamnya ada seorang wanita tua yang lumpuh,begitu lemahnya sehingga ia tampak seperti anak burung merpati yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Lelaki itu mengambil dan memangku wanita tua itu,lalu menyuapinya dengan telaten hingga merasa kenyang.Setelah itu ia membersihkan (mengelap dengan air) dan mengganti bajunya dengan yang bersih dan menempatkannya di tempat (wadah) semula.Selanjutnya ia mencuci baju kotor wanita tua itu dan menjemurnya.Sebelum ia membawa wadah tersebut ke ruangannya kembali,tampak bibir wanita tua itu bergerak-gerak,tampaknya ia sedang berdoa,yang Nabi Musa bisa ‘membaca’ gerak bibirnya,“Ya Allah,jadikanlah anakku ini sebagai teman duduk Nabi Musa di surga!! ”

Setelah lelaki itu duduk kembali menghadapi tamunya,Nabi Musa berkata,“Siapakah wanita tua itu? ”

Lelaki itu berkata,“Dia adalah ibuku yang sangat lemah karena telah lumpuh,hanya bisa berbaring saja!! ”

Nabi Musa berkata,“Bergembiralah engkau,aku adalah Musa,dan telah diwahyukan kepadaku bahwa engkau adalah temanku di surga,berkat apa yang engkau lakukan dengan baik kepada ibumu itu!! ”

Lelaki itu sangat gembira dan bersyukur kepada Allah mendengar ucapan Nabi Musa itu, dan makin istiqomah dalam merawat ibunya itu. 


Demikianlah kisah Teman Nabi Musa Disurga Semoga berfaedah Bagi Kaum Muslim semuanya.Terimakasih

Wednesday, February 11, 2015

Kisah Ceita Tangisan Abdurrahman Bin Auf ra.

Masuk Surga Dengan Merangkak
 

Bismillah,kisah yang sangat mengharukan sahabat nabi yang masuk syurga dengan merangkak,kita tidak tau nanti gimana akan masuk syurga,semoaga kita kita mudah masuk syurga,itu sahabat nabi sangat kaya dan dermawan,bila kita renungkan sungguh sangat tidak ada apa-apanya kita bila dibandingkan dengan sahabat pada masa nabi,kita manusia akhir zaman yang banyak salah mungkin juga banyak dosa,
Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi
senyap, debu yang sangat tebal mulai
mendekat dari berbagai penjuru kota hingga
nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-
kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu
kota Madinah. Orang-orang menyangka itu
badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa
itu ialah kafilah dagang yang sangat besar.

 


TANGIS ABDURRAHMAN BIN AUF ra.

Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang
memadati jalanan Madinah.subhanallah,,sungguh sangat kaya tentunya
Orang-orang segera keluar untuk melihat
pemandangan yang menakjubkan itu, dan
mereka bergembira dengan apa yang dibawa
oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki.
Ketika Ummul Mukminin Aisyah RHA
mendengar suara gaduh kafilah, maka beliau
bertanya, "Apa yang sedang terjadi di
Madinah?" Ada yang menjawab, "Ini kafilah
milik Abdurrahman bin Auf RA yang baru
datang dari Syam membawa barang
dagangan miliknya." Aisyah bertanya,
"Kafilah membuat kegaduhan seperti ini?"

Mereka menjawab, "Ya, wahai Ummul
Mukminin, kafilah ini berjumlah 700 unta."
Ummul Mukminin menggeleng-gelengkan
kepalanya, kemudian berkata, "Aku pernah
mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Aku
bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf
masuk surga dengan merangkak'." (al-Kanz,
no. 33500)

 

TANGIS ABDURRAHMAN BIN AUF ra.

Renungkanlah,wahai sodaraku wahai orang-orang yang
beriman; Abdurrahman bin Auf
masuk surga dengan merangkak!
Sebagian sahabatnya menyampaikan berita
ini kepadanya. Ia teringat bahwa ia pernah
mendengar hadits ini dari Nabi SAW lebih
dari sekali, dan dengan lafazh yang berbeda-
beda.bagaimana dengan kita umat islam akhir zaman?,,beliau pun melangkahkan kakinya menuju
rumah Ummul Mukminin Aisyah RHA dan
berkata kepadanya, "Sungguh engkau telah
menyebutkan suatu hadits yang tidak akan
pernah aku lupa-kan."

Kemudian ia berkata, "Aku bersaksi bahwa
kafilah ini berikut muatan dan pelananya,
aku infakkan di jalan Allah SWT."
Muatan 700 unta itu pun dibagi-bagikan
kepada penduduk Madinah dan sekitarnya
dalam "pesta besar". Itulah Abdurrahman bin
Auf, seorang pedagang sukses, orang kaya
raya, mukmin yang mahir... yang menolak
bila kekayaannya itu menjauhkannya dari
kafilah iman dan pahala surga. Bagaimana
tidak? Sedangkan ia adalah salah seorang
dari delapan orang yang telah lebih dahulu
masuk Islam, dan termasuk salah seorang
yang diberi kabar gembira dengan surga.
Ia adalah salah seorang dari enam anggota
musyawarah yang ditunjuk oleh al-Faruq
Umar RA untuk memilih khalifah di antara
mereka sepeninggalnya seraya berkata,
"Rasulullah SAW wafat dalam keadaan ridha
kepada mereka."

Ia berhijrah ke Habasyah, kemudian kembali
ke kota Mekkah. Kemudian berhijrah ke Habasyah
untuk kedua kalinya. Kemudian berhijrah ke
Madinah, dan mengikuti perang Badar, Uhud
dan semua peperangan.
Ketika Rasulullah SAW mempersaudarakan
antara kaum Muhajirin dan Anshar, beliau
mempersaudarakan antara Abdurrahman bin
Auf dengan Sa'd bin ar-Rabi' RA. Mengenai
hal itu, Anas bin Malik RA menuturkan, "Sa'd
berkata kepada Abdurrahman, 'Wahai
saudaraku, aku adalah penduduk Madinah
yang paling banyak hartanya, lihatlah
separuh hartaku lalu ambillah. Aku punya
dua istri, lihatlah mana di antara keduanya
yang paling engkau kagumi, maka aku akan
menceraikannya untuk engkau nikahi.'
Abdurrahman bin Auf menjawab, 'Semoga
Allah memberkahimu berkenaan dengan
keluargamu dan hartamu... Tunjukkanlah
padaku letak pasar.' Lalu ia pergi ke pasar,
lalu membeli dan menjual serta
mendapatkan keuntungan."
Perdagangannya sukses lagi diberkahi, dia
mencari yang halal dan menjauhi yang
haram serta syubhat. Dalam
perdagangannya terdapat bagian yang
sempurna untuk Allah, yang disampaikan
untuk keluarga dan saudara-saudaranya,
serta untuk menyiapkan pasukan kaum
muslimin.

Ia pernah mendengar Rasulullah a bersabda
kepadanya pada suatu hari,

ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ ﻋَﻮْﻑٍ، ﺇِﻧَّﻚَ ﻣِﻦَ ﺍْﻷَﻏْﻨِﻴَﺎﺀِ، ﻭَﺇِﻧَّﻚَ ﺳَﺘَﺪْﺧُﻞُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺣَﺒْﻮًﺍ، ﻓَﺄَﻗْﺮِﺽِ
ﺍﻟﻠﻪَ ﻳُﻄْﻠِﻖْ ﻟَﻚَ ﻗَﺪَﻣَﻴْﻚَ
"Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya kamu
termasuk kaum yang kaya raya, dan kamu
akan masuk surga dengan merangkak. Oleh
karena itu, pinjamkanlah suatu pinjaman
kepada Allah sehingga Allah membebaskan
kedua telapak kakimu." (HR. al-Hakim, 3/
311 dan al-Hilyah, 1/ 99)

Sejak saat itu, ia memberi pinjaman kepada
Allah dengan pinjaman yang baik, sehingga
Allah melipat gandakan pembayaran
kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Suatu hari ia menjual tanah seharga 40.000
dinar, kemudian membagikan semuanya
untuk keluarganya yaitu Bani Zahrah, untuk
Ummahatul Mukminin, dan kaum fakir dari
kalangan kaum muslimin. Suatu hari ia
memberikan untuk pasukan kaum muslimin
se-banyak 500 kuda. Pada hari yang lain, ia
memberikan sebanyak 1500 unta. Ketika
meninggal, ia mewasiatkan sebanyak 50.000
dinar di jalan Allah. Ia mewasiatkan untuk
masing-masing orang yang masih hidup dari
peserta perang Badar mendapat-kan 400
dinar di jalan Allah. Sampai-sampai Imam
Syahid Utsman bin Affan RA mengambil
bagiannya dari wasiat tersebut seraya
berkata, "Harta Abdurrahman ialah halal
dan bersih, dan menikmati harta tersebut
menjadi kesembuhan dan keberkahan."

Karena itu dia berkata, "Penduduk Madinah
semuanya ialah sekutu Ibnu Auf berkenaan
dengan hartanya... karena sepertiganya ia
pinjamkan kepada mereka, sepertiganya
untuk membayarkan hutang mereka, dan
sepertiganya lagi ia sampai-kan dan berikan
kepada mereka."




Baca Juga : Kisah syahid sahabat nabi yang mengguncang arsy


Sekarang... mari kita lihat air mata orang
shalih ini yang menjadikannya sebagai
golongan orang-orang yang shalih, zuhud,
dan jauh dari dunia berikut segala isinya.
Suatu hari ia dibawakan makanan untuk
berbuka, karena ia berpuasa. Ketika kedua
matanya melihat makanan itu dan
mengundang seleranya, ia menangis seraya
berkata, "Mush'ab bin Umair gugur syahid
dan ia lebih baik daripada aku, lalu ia
dikafani dengan selimut. Jika kepalanya
ditutupi, maka kedua kakinya kelihatan dan
jika kedua kakinya ditutupi, maka kepalanya
kelihatan. Hamzah gugur sebagai syahid dan
ia lebih baik daripada aku. Ia tidak
mendapatkan kain untuk mengkafaninya
selain selimut. Kemudian dunia
dibentangkan kepada kami, dan dunia
diberikan kepada kami sedemikian rupa. Aku
khawatir bila pahala kami telah disegerakan
kepada kami di dunia."

Pada suatu hari sebagian sahabatnya
berkumpul untuk me-nyantap makanan di
kediamannya. Ketika makanan dihidangkan
di hadapan mereka, maka ia menangis.
Mereka bertanya, "Apa yang membuatmu
menangis, wahai Abu Muhammad?" Ia
menjawab, "Rasulullah SAW telah meninggal
dalam keadaan beliau berikut ahli baitnya
belum pernah kenyang makan roti gandum...

Aku tidak melihat kita diakhirkan, karena
suatu yang lebih baik bagi kita."
Demikianlah Abdurrahman bin Auf, sampai-
sampai dikatakan tentang dia, seandainya
orang asing yang tidak mengenalnya
melihatnya sedang duduk bersama para
pelayannya, maka ia tidak bisa membedakan
di antara mereka.

Ketika al-Faruq Umar bin al-Khaththab RA
akan melepas nyawanya yang suci, dan
memilih enam orang dari sahabat Rasulullah
SAW untuk memilih khalifah baru, di antara
mereka ialah Abdurrahman bin Auf, maka
pada saat itu banyak jari yang menunjuk ke
arah Ibnu Auf. Ketika sebagian sahabat
mendu-kungnya berkenaan dengan hal itu,
maka ia berkata, "Demi Allah, mata anak
panah diambil lalu diletakkan di
kerongkonganku, kemudian diteruskan ke sisi
lainnya, lebih aku sukai daripada menjadi
khalifah."

Setelah itu, ia memberitahukan kepada
kelima saudaranya bahwa dirinya mundur
dari pencalonan. Tetapi mereka ber-
pendapat agar dialah yang menjadi hakim
dalam memilih khalifah. Dialah orang yang
dinilai oleh Imam Ali bin Abi Thalib RA,
"Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah
SAW menyifatimu sebagai orang
kepercayaan di penduduk langit dan orang
keper-cayaan di penduduk bumi."

Di sinilah terjadi pemilihan yang benar. Ia
memilih Dzun Nurain, seorang yang
dermawan dan pemalu, penggali sumur
untuk kaum muslimin, orang yang
menyiapkan pasukan penak-lukan Makkah,
Imam Syahid Utsman bin Affan RA. Akhirnya,
yang lainnya mengikuti pilihannya.

Pada tahun 32 H., Ibnu Auf menghembuskan
nafas terakhirnya. Ummul mukminin Aisyah
RHA ingin memberikan penghar-gaan khusus
kepadanya yang tidak pernah diberikannya
kepada selainnya. Aisyah menawarkan
kepadanya, pada saat Ibnu Auf berbaring di
atas ranjang kematiannya, untuk dikuburkan
di kamarnya di sisi Rasul SAW, Abu Bakar
ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab RA.

Tetapi ia seorang muslim yang terdidik
dengan sangat baik oleh keislamannya,
sehingga ia merasa malu mengangkat dirinya
kepada derajat seperti ini. Apalagi ia punya
perjanjian yang sangat kuat bersama Utsman
bin Mazh'un RA, ketika keduanya
mengadakan perjanjian pada suatu hari,
bahwa siapa di antara keduanya yang mati
belakangan, maka ia diku-burkan di dekat
sahabatnya.

Ketika ruhnya siap untuk melakukan
perjalanan baru, maka kedua matanya
mengalirkan air mata, dan lisannya berucap,
"Sesungguhnya aku takut tertahan untuk
berjumpa sahabat-sahabatku karena
banyaknya harta yang aku miliki."
Tetapi Allah SWT menurunkan
ketentramanNya, dan wajahnya berbinar-
binar dengan cahaya. Seolah-olah ia
mendengar sesuatu yang menyejukkan yang
dekat dengannya. Sepertinya ia mendengar
suara sabda Rasul SAW di masa lalu,

"Abdurrahman bin Auf masuk surga."
Sepertinya ia mendengar janji Allah dalam
Kitab SuciNya, "Orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemu-
dian mereka tidak mengiringi apa yang
dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut
pemberiannya dan dengan tidak menyakiti
(perasaan si penerima), mereka memperoleh
pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati." (Al-Baqarah:
262).semoga jadi tidak pelit berimfak dijalan Allah,semoga mudah jalan menuju syurga ,,Wallahu'alam bisshawab