Showing posts with label Aqidah Tauhid. Show all posts
Showing posts with label Aqidah Tauhid. Show all posts

Friday, November 11, 2016

Inilah 4 Ciri-ciri Umat Nabi Muhammad SAW

Sifat atau Ciri-ciri Umat Nabi Muhammad SAW.Di dalam Kitab Suci Alquran surah al-Fath ayat terakhir menyebutkan empat karakteristik yang harus dimiliki oleh umat Nabi Muhammad SAW.

Pertama,asyidda ‘alal kuffar (bersikap keras terhadap orang-orang kafir).Bersikap keras dalam ayat ini bukanlah berarti umat Islam harus menempuh jalan radikal terhadap kelompok non-Muslim,akan tetapi maknanya adalah umat Islam harus berpegang teguh terhadap prinsip-prinsip dan nilai-nilai ajaran Islam serta mengamalkannya secara utuh.

Ungkapan lain,umat Islam tidak mengenal adanya kompromistis terhadap cara hidup orang-orang kafir yg tidak kenal batas halal dan haram.

http://www.umatnabi.com/2016/11/inilah-4-ciri-ciri-umat-nabi-muhammad.html

Ciri kedua,ruhama bainahum (menebarkan kasih sayang terhadap sesama).Umat Islam dituntut untuk menebarkan kasih sayang terhadap sesama mereka,membela yg lemah, meringankan kesusahan saudaranya,dan memberikan manfaat kepada orang lain.Tentu semua itu harus dilakukan dengan penuh ketulusan hati,tanpa pamrih dan tanpa embel-embel yg sarat dengan kepentingan sesaat pribadi atau kelompoknya.

Oleh sebab itu,dalam menanamkan nilai-nilai kasih sayang ini,seorang tokoh pahlawan Indonesia,KH Ahmad Dahlan mengajarkan surah al-Ma’un kepada murid-muridnya secara berulang-ulang.Tidak lain,ini bertujuan agar kandungan atau pesan ayat tersebut dipahami dengan baik sehingga nilai kasih sayang tidak sebatas kata-kata,tetapi dibuktikan dengan aksi nyata,seperti gemar membantu orang lain,khususnya membantu dan menyantuni kaum dhu’afa,baik keperluan pendidikannya,pakaiannya,makanannya,maupun keperluan asas lainnya.

Ketiga,dzikrullah (mengingat Allah).Allah dan rasulNya telah memerintahkan umat Islam supaya banyak berzikir kepada Allah SWT.Nash al-Qur’an dan hadis Nabi SAW banyak menjelaskan tentang keutamaan dan pentingnya zikir.Jadi,ciri umat Muhammad selanjutnya adalah senantiasa mengingat Allah SWT, seperti menunaikan shalat,puasa, ibadah haji, membaca dan mendalami pemahaman Alquran,shalat malam,dan bentuk-bentuk zikir lainnya.

Namun,ibadah zikir ini tidak hanya dimaknai dengan zikir syafawi (lisan), tetapi perlu dimaknai dengan zikir yg lebih luas, yaitu dzikir fi’li (perbuatan) yg melahirkan watak dan perilaku yg baik dan terpuji ketika bergaul ditengah lingkungan kehidupan masyarakat yg kompleks dengan tanpa sifat kepura-puran dan kebohongan.

Ada pun ciri yg keempat,Simaahum fi Wujuhihim min Atsaris Sujuud (terdapat tanda bekas sujud pada wajah mereka).Maknanya,bahwa wajah umat Muhammad SAW akan memancarkan cahaya putih disebabkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Jadi,zikir ritual yg disertai aktivitas sosial kemanusiaan inilah yg menyebabkan wajah pelakunya bercahaya,yaitu pada air mukanya kelihatan kekuatan iman dan kesucian hatinya.
Baca Juga:Tidak Perlu Anda Minta Izin Pada Mahkluk Gaib Ketika Melewati Tempat Seram
Demikianlah karakteristik mereka yg disebutkan dalam kitab Taurat dan Injil yg asli, perumpamaannya laksana tanaman yg mengeluarkan tunasnya maka tunas tersebut menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya ; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir(dengan kekuatan orang-orang Mukmin).Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yg beriman dan mengerjakan amal saleh di antara mereka ampunan dan pahala yg besar. (QS Al-Fath 48 : 29).

Thursday, November 3, 2016

Sesatkah Syi’ah Ja’fariyah?


بسم الله الرحمن الرحيم

Bahaya Syiah

Pertanyaan : Sesatkah Syi’ah Ja’fariyah?

Jawaban :

Syi’ah adalah kelompok sesat yg terpecah-pecah ke dalam beberapa sekte,dan seluruh sektenya sesat,tidak ada yg benar,hanya saja kesesatan masing-masing sekte bertingkat-tingkat,namun pada umumnya sampai pada derajat kekafiran.

Syi’ah Ja’fariyah adalah nama lain dari kelompok sesat“Syi’ah Imam Dua Belas” dinisbatkan namanya kepada Ja’far Ash-Shodiq,imam keenam menurut sangkaan mereka.Kedua belas imam yg dimaksud adalah sahabat yg mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu dan keturunannya,padahal dua belas imam tersebut tidak pernah mengakui mereka sebagai pengikutnya, dikarenakan berbagai kesesatan mereka.

Bahkan di masa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu,kaum Syi’ah yg mengatakan Ali lebih mulia dibanding Abu Bakar dan Umar radhiyallahu’anhum,dicambuk oleh Ali dengan 80 kali cambukan karena telah berdusta, dan yg menuturkan Ali sebagai sesembahan, dihukum mati dengan cara dibakar oleh Ali radhiyallahu’anhu,sebagaimana yg diceritakan oleh As-Suyuthi dalam Tarikh Al-Khulafa’ dan ahli sejarah lainnya.

http://www.umatnabi.com/2016/11/sesatkah-syiah-jafariyah.html


Syi’ah Ja’fariyah adalah salah satu sekte sesat Syi’ah yg telah kafir kepada Allah ta’ala, diantara bentuk kekafiran mereka :

1.Percaya bahwa dua belas imamnya mengetahui perkara ghaib,dapat mengabulkan doa, dapat menghilangkan kesusahan atau menangkalnya, dan berbagai bebrapa sifat yg hanya layak disandang oleh Allah ta’ala, namun mereka yakini ada pada diri imam-imam mereka. Ini semua adalah kesyirikan kepada Allah ta’ala.

2.Mengkafirkan dan membenci istri-istri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat (kecuali beberapa sahabat saja).

3.Membolehkan nikah mut’ah atau nikah kontrak (yg telah menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit kelamin di kalangan pengikut Syi’ah,terutama di negeri Iran, bahkan pernah terjadi ayah nikah kontrak menikahi putrinya yg telah dewasa karena tidak mengenali anaknya sendiri,sebagaimana di kisahkan mantan ulama Syi’ah yg telah bertaubat,mantan tangan kanan pimpinan Syi’ah ; Khomeini Al-Khabits,yaitu Sayyid Husain Al-Musawi dalam kitabnya “LiLlaahi tsumma lit Taarikh”).

4.Menghalalkan darah (pembunuhan) terhadap Ahlus Sunnah,dan ini benar-benar terjadi sampai di zaman modern ini,yaitu pembantain secara sistematis dan tersembunyi terhadap Ahlus Sunnah di Iran oleh rezim Syi’ah yg berkuasa,dan yg terang-terangan adalah pembantaian kaum muslimin Syiria oleh rezim Syi’ah Syiria dibantu oleh pemerintah Iran, sekutu musyriknya ; Rusia dan Syi’ah Libanon ; Hizbussyaithon.
n sampai hari kiamat.

5.Memalsukan hadits dan menolak hadits-hadits shahih yg diriwayatkan oleh Ahlus Sunnah seperti riwayat Al-Bukhari dan Muslim,dan lain-lain masih SANGAT BANYAK kesesatan mereka.

6.Mempercayai bahwa Al-Qur’an sudah dirubah oleh para sahabat,padahal Allah ta’ala telah menjamin keaslian Al-Qur’a
Baca Juga:Inilah Pengakuan Penganut Syiah
Mesjid Terindah Dan Termegah 
Semoga Allah ta’ala menjaga kaum muslimin dari kejahatan Syi’ah dan bebrapa kelompok sesat lainnya.

Monday, October 31, 2016

20 Perkara yg Membatalkan Syahadat,No 12 Sering Dilakukan Umat Islam


أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

http://www.umatnabi.com/2016/10/20-perkara-yg-membatalkan-syahadat-no.html


Kalimat syahadat merupakan kalima yang menjadi " modal "pertama untuk menjadi seorang muslim. Bahkan kalimat ini menjadi rukun Islam pertama.

Hal apa sajakah yg membuat kalimat ini menjadi batal?? berikut ulasanya :

1. Bertawakal dan bergantung kepada selain Allah.
Hal ini berdasarkan firman Allah pada Surat Al-Maidah ayat 23 :
" Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal,jika kamu benar-benar orang yg beriman " (QS. Al-Maidah : 23)
Dalil ini berpedoman pada pengertian Laa Ilahaillallah yg maknanya antara lain tidak akan memohon ketenangan dan kekuatan kepada selain Allah SWT. Tawakkal bukan berarti pasrah tanpa usaha. Bahkan Allah SWT menyuruh kita untuk bekerja dan berusaha. Akan tetapi kita dilarang untuk menggantungkan hidup pada pekerjaan itu. Kita harus mengiringi usaha dan pekerjaan kita dengan keyakinan bahwa hanya Allah SWT sang Pemberi rizki.
Jelasnya, bergantung kepada sebab dan melupakan bahwa yg mengizinkan sebab itu berproses adalah Allah, adalah maksiat dan bergantung kepada sebab dan disertai keyakinan bahwa sebab-sebab itu tidak ada hubungannya dengan Allah SWT adalah syirik yang dapat menghancurkan syahadatain.

2. Mengingkari nikmat Allah.
Nikmat Allah itu meliputi yg tidak terlihat maupun yg terlihat. Nikmat Allah ini suaaangggatttt banyak sekali,bahkan kalau Air laut sebagai tinta dan pohon sebagai penanya maka sesungguhnya kita tak akan bisa menghitung nikmat Alloh yg luar biasa banyak.

Salah satu keyakinan yang harus dimiliki oleh seseorang yg mengucapkan syahadatain adalah meyakini bahwa Allah SWT Maha Pemberi nikmat karena segala nikmat itu datangnya dari Allah,seperti yg Allah firmankan pada Surat Ibrahim ayat 34 :
" Dan Ia beri kepada kamu tiap-tiap apa yg kamu minta; dan jika kamu hitung nikmat-nikmat Allah, kamu tidak bisa jumlahkan dia tetapi manusia itu zalim,tidak berterima kasih. " (QS Ibrahim : 34)

http://www.umatnabi.com/2016/10/20-perkara-yg-membatalkan-syahadat-no.html

3. Bekerja atau berkhidmat dengan tujuan karena selain Allah.
Hal ini sangat tidak disukai Allah berdasarkan firman-Nya :" Katakanlah :" Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah karena Allah,Tuhan bagi sekalian mahluk. " (QS. Al-An'am : 162)
Berdasarkan ayat tersebut terdapat penegasan bahwa tidak ada ibadah atau penghambaan yg disembah kecuali Allah SWT.Tidak ada peribadatan yang dipersembahkan kecuali hanya untuk Allah SWT dan karena-Nya.
Pengertian ibadah di sini tidak hanya terbatas pada masalah-masalah shalat, zakat, puasa, dan haji,tetapi mencakup semua pekerjaan yg dilakukan di atas syariat yg ditujukan dan diperuntukkan karena Allah SWT juga termasuk ibadah.

4. Membuat undang-undang menurut kemauan manusia,
Bukan menurut kehendak dan ketentuan yg telah digariskan oleh Allah.
Perbuatan ini termasuk melawan Allah SWT karena Allahlah yg mempunyai hak menetukan undang-undang bagi kehidupan manusia,halal dan haram,peraturan hidup,kehakiman,dan segala perintah serta larangan.Hal ini diperkuat dalam firman Allah Surat Al-A'raf ayat 54 " " Bukankah pembikinan dan kekuasaan itu kepunyaan-Nya? Maha Tinggi Allah, Pengurus Sekalian Mahluk. " (QS. Al-A'raf : 54)

5. Memfokuskan segala ketaatan kepada selain Allah SWT dengan cara yg tidak dikehendaki-Nya.
Salah satu makna Laa Ilahaillallah adalah bahwa tidak ada yg dipatuji selain Allah.Maka taat yang dibenarkan dan dikehendaki oleh Allah SWT adalah ketaatan kepada Rasul-Nya karena apabila ia menaati Rasul berarti menaati Allah SWT. Firman Allah :" Hai orang-orang yg beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan kepada orang-orang yg berkuasa dari antara kamu.Maka sekiranya kamu berbantahan di satu perkara,hendaklah kamu kembalikan kepada Allah dan Rasul jika kamu beriman kepada Allah dan Hari kemudian. Yg demikian itu sebaik-baik dan sebagus-bagus takwil. " (QS. An-Nisa : 59)

6. Menjalankan hukum selain dari hukum Allah atau tidak menggunakan hukum Allah sebagai rujukan dalam semua masalah.
Ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Al-maidah ayat 44 :
"Karena barangsiapa tidak menghukum dengan apa yg diturunkan oleh Allah,maka (adalah) mereka itu orang-orang yg kafir. " (QS. Al-Maidah : 44)

7. Merasa benci atau menantang salah satu kandungan ajaran Islam, atau membenci seluruh ajaran Islam.
Menentang dalam segala aspek seperti membenci hukum syariah (kebanyakan orang jaman sekarang),politik islam, muamalat,sistem perekonomian Islam.

Masih gak percaya kalau sistem ekonomi dan ajaran islam paling benar??? Coba kita mengngat masa lalu ketika andalusia masih dipegang kekuasaan kaum muslimin. Islah, Yahudi, Kristen hidup damai bukan?? namun ketika pasukan kristen memukul mundur Islam di Granada, Spanyol. Apa yg terjadi?? ribuan orang non kristen dibaptis secaara paksa.!!!

Hal ini berdasarkan firman Allah SWT :
" Dan orang-orang yg tidak percaya, maka kecelakaanlah bagi mereka,dan Dia tidak anggap amal-amal mereka.Yg demikian karena mereka benci kepada apa-apa yg diturunkan oleh Allah; lantaran itu,Allah gugurkan amal-amal mereka. " (QS. Muhammad : 8-9)

8. Mencintai kehidupan dunia melebihi kecintaannya terhadap akhirat
Kehidupan dunia sebenarnya hanyalah sebentar palin cuma maximal 90 tahun-100 tahun tapi kehidupan akhirat selama lamanya. Jadi kita harus lebih mementingkan kehidupan akhirat dan jangan gila dunia.
Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Surat Ibrahim ayat 2 dan 3 :" Allah itu ialah (Tuhan) Yg kepunyaan-Nyalah apa-apa yg ada di langit dan di bumi ; dan kecelakaan dari azab yg pedih,adalah bagi orang-orang kafir. (Yaitu) orang yg lebih menyukai kehidupan akhirat dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yg jauh. " (QS. Ibrahim : 2-3).
Selain itu Allah SWT juga menerangkan balasan bagi orang-orang yg lebih mementingkan dunia dan melupakan Allah, Rasul, dan jihad fi sabilillah.
" Katakanlah : " Jika bebrapa bapak kamu dan anak kamu dan saudara-saudara kamu dan istri-istri kamu dan keluarga kamu dan harta benda yg kamu dapati dan perdagangan yg kamu takuti mundurnya dan tempat-tempat tinggal yg kamu sukai itu lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan bersungguh-sungguh di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah datangkan urusan-Nya, karena Allah tidak akan pimpin kaum yg melewati batas. " (QS. At-Taubah : 24)

9. Menghina salah satu isi Al-Qur'an atau as-Sunnah
Termasuk dalam kategori yg membatalkan syahadatain ialah menghina atau mengejek hukum-hukum Al-Qur'an misalnya dengan mengatakan bahwa hukum-hukum tersebut sudah kuno.Juga menghina orang-orang yg menegakkan sholat,atau merendahkan pelajaran agama dan para pelajarnya.Nama-nama Kitab Allah Dan Rasul Penerimanya

10. Menghalalkan apa yg diharamkan Allah atau sebaliknya.
Seperti menghalalkan Pacaran (sudah lazim dilingkungan kita) ataupun yg lainya.Hal ini sangat dilarang kaena hukum Allah bersifat mutlak,yg haram ya haram,yg halal ya halal. Tak bisa diganggu gugat.
Perbuatan ini merupakan suatu kebohongan yg paling besar seperti yg firmankan oleh Allah SWT :
" Dan janganlah kamu ucapkan dusta yg disifatkan oleh lidah-lidah kamu :"Ini halal dan itu haram,"untuk kamu ada-adakan dusta atas nama Allah;sesungguhnya orang-orang yg mengada-adakan dusta atas nama Allah tidak akan bahagia. (Yaitu) perhiasan yg sedikit, tetapi bagi mereka ada azab yg pedih. " (QS. An-Nahl : 116-117)

11. Tidak beriman dengan seluruh sumber-sumber hukum dari Al-Qur'an dan Sunnah.
Salah sat bukti islam nya seseorang ialah beriman kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Karena 2 ini yang merupakan penuntun jalan kita agar selamat di yaumul akhir kelak.
Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 85 :" Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yg lain? Tiadalah balasan bagi orang yg berbuat demikian daripadamu,melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yg sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yg kamu perbuat. "
(QS. Al-Baqarah : 85)

12. Mengangkat orang-orang kafir dan munafiqin sebagai pemimpin
Ini sangat menjamur dalam kehidupan kita.Dimana kita sudah biasa melihat gubernur non muslim maupun bupati non musim yg terpilih menjadi pemimpin.

Larangan ini didasarkan pada firman Allah SWT pada Surat Al-Maidah ayat 57 :" Hai orang-orang yg beriman,janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu,orang-orang yg membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) diantara orang-orang yg telah diberi Kitab sebelummu,dan orang-orang yg kafir (orang-orang musyrik).Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yg beriman. " (QS. Al-Maidah : 57)

13. Tidak beradab dalam bergaul dengan Rasulullah saw.
Termasuk kategori ini adalah orang yg suka mengejek Rasulullah baik itu melalui tulisan ataupun perkataan.Contohnya mengejek fisik nabi,Banyaknya istri nabi yg dimiliki, Mengejek risalah yg dibawanya ataupun lain sebagainya.

Hal ini diterangkan oleh Allah dalam Surat Al-Hujurat ayat 2 :
" Hai orang-orang yg beriman,janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan jangnlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yg lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari. " (QS. Al-Hujurat : 2)

14. Rasa takut dan lemah hati dalam menegakkan Tauhid dan merasa senang dan terbuka dalam menegakkan syirik.
Alloh jelas jelas melarang kita untuk menegakkan syrik dan mewajibkan untuk bertauhid kepada-Nya.Hal ini ditegaskan Allah dalam Al-Qur'an Surat Az-Zumar ayat 45:" Dan apabila hanya nama Allah saja yg disebut,kesallah hati orang-orang yg tidak beriman kepada kehidupan akhirat ;dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yg disebut,tiba-tiba mereka bergirang hati. " (QS. Qz-Zumar : 45)

15. Menyatakan bahwa dalam Al-Qur'an terdapat pertentangan antara ayat yg zahir dengan isi yg terkandung di dalamnya.
Al-Qur'an merupakan kitab terakhir yg diturunkan Allah melalui nabinya.Kitab ini juga dijamin kebenaranya.Maka dengan begitu kita harus percaya kepada semua isi kandungan yg ada dalam Al-Qur'an

16. Tidak mengenal Allah dengan pengenalan yg benar dan jelas
Serta mengingkari bebrapa sifat ketuhanan-Nya atau mengingkari nama-nama-Nya.
Seseorang yg tidak menganggap Allah tidak memiliki kekurangan past masuk dalam golongan ini.
Padahal Alloh sudah berfirman berfirman :
" Hanya milik Allah asmaul husna,maka bermohonlah kepada-Nya dengan asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yg menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yg telah mereka kerjakan. " (QS. Al-A'raf : 180)

17. Tidak mengetahui atau mengenal Rasulullah secara benar.
Sebagai muslim,wajib hukumnya untuk mengenal Rasullullah.Kita tidak boleh menghina rasul karena beliau merupakan suri tauladan yg baik.

Alloh Telah berfirman :
" Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yg baik bagimu (yaitu) bagi orang yg mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah. "
(QS. Al-Ahzab : 21)

18. Mengkafirkan orang yg mengucapkan dua kalimah syahadat
Hal ini juga mencakup orang yg tidak mengkafirkan orang yg sudah jelas2 kafir

19. Mengerjakan suatu ibadat bukan karena Allah.
Dalam Islam,kita diwajibkan untuk beribadah hanya karena Allah.Kita dilarang untuk melakukan ibadah buat orang lain,Jin ata lain sebagainya.Contohnya menyembelih hewan untuk sesajen.
Alloh telah mengingatkan hal ini dalam firmanya yg berbunyi :
" Katakanlah : " Sesungguhnya salatku,ibadahku,hidupku,matiku adalah karena Allah,Rabb sekalian mahluk. " (QS. Al-An'am : 162)


20. Terlibat Riya (kegiatan hidupnya ingin pujian manusia).
Riya merupakan sebuah keiasaan yg dibenci Allah.Sebenarnya Riya ini termasuk kedalam kelompok syirik kecil.Namun apabila dilakakukan secara terus menerus mungkin syahadat kita bisa batal.

Baca Juga:Kisah Masa Kecil Rasulullah

Demikian ulasan yg bisa saya sampaikan semoga bermanfaat untuk menguatkan iman kita semua dan menjadi tameng dari godaan syaithan yg terkutuk amin....

Wednesday, October 19, 2016

Maksud Dan Tujuan ‘ Kewajiban Manusia Terhadap ALLAH Yang Harus Diketahui


PERTANYAAN :
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tujuan dan maksud diwajibkan terhadap manusia oleh Allah untuk apa?
وعليكم السلام شكرا جزيلا
JAWABAN :
kitab hikam ibnu athaillah as sakandari dan syarahnya
عَلِمَ قِلَّةَ نُهوضِ العِبادِ إلى مُعامَلَتِهِ، فَأو�'جَبَ عَلَي�'هِم�' وُجودَ طاعَتِهِ، فَساقَهُم�' إلَي�'هِ بِسَلاسِلِ الإي�'جابِ. “عَجِبَ رَبُّكَ مِن�' قَو�'مٍ يُساقونَ إلى الجَنَّةِ بِالسَّلاسِلِ”.
Allah Maha mengetahui tentang kemalasan hamba-Nya dalam berhubungan dengan-Nya, sehingga dia menjadikan ketaatan kepada-Nya sebagai kewajiban mereka.Lalu Allah menggiring mereka kepada ketaatan dengan rantai kewajiban.Rabbmu heran dengan orang-orang yg digiring ke syurga dengan menggunakan rantai (kewajiban) tersebut .
أو�'جَبَ عَلَي�'كَ وُجودَ خِد�'مَتِهِ، وَما أو�'جَبَ عَلَي�'كَ إلا دُخولَ جَنَّتِهِ.
Allah mewajibkanmu berkhidmat (mengabdi) kepada-Nya,dan Dia tidak mewajibkan sesuatu kecuali masuk syurga-Nya.

http://www.umatnabi.com/2016/10/maksud-dan-tujuan-kewajiban-manusia.html

berikut ini penjelasannya :
Allah Maha mengetahui tentang kemalasan hamba-Nya dalam berhubungan dengan-Nya yaitu menegakkan sifat kehambaan berupa ktaatan dari mereka,sehingga Dia mewajibkan kepada mereka sebagai wujud ketaatan dan pemaksaan dgn tujuan menakut2ti mereka jika tdk melakukannya, kemudian Allah menggiring mereka dengan rantai2 kewajiban dan peringatan serta menaikkan mereka dengan rantai tsb kpd kenikmatan2 utk mereka dan mengangkat mereka ke maqom yg tinggi.

Baca Juga:Ini Kata Pendeta:Muhammad Sebenar-benarnya Nabi Dan Utusan Allah' 
Allah mewajibkanmu berkhidmat (mengabdi) kepada-Nya,dan Dia tidak mewajibkan sesuatu kecuali masuk syurga-Nya,maksudnya adalah Allah yg maha haq mewajibkan kpdmu dalam segi dhahir utk berkhidmah kpd-Nya,sedangkan dari segi bathin dan hakekat Dia tdk mewajibkan kpdmu kecuali utk masuk kesyurga-Nya.karena sesungguhnya Allah ta’ala membuat amalan2 sebagai penyebab utk masuk syurga.maksud dari kalam hikmah ini dan yg sebelumnya adalah pemberitahuan bahwa sesungguhnya Allah ta’ala tdk membutuhkan makhluknya,ketatan mereka tdklah bermanfaat kpd-Nya,kemaksiatan mereka juga tdk membahayakan-Nya,bahkan manfaat beban taklif semuanya kembali kepada mereka semuanya.Allah Maha kaya lagi maha terpuji.
wallohu a’lam.
(195) علم قلة نهوض العباد إلى معاملته فأوجب عليهم وجود طاعته فساقهم إليه بسلاسل الإيجاب ” عجب ربك من قوم يساقون إلى الجنة بالسلاسل ” أي علم الله سبحانه وتعالى قلة نهوض عامة عباده إلى معاملته من إقامة العبودية طوعاً منهم فأوجب عليهم وجود طاعته كرهاً لأجل ما خوفهم به أن لم يفعلوا فساقهم إليه بسلاسل الإيجاب و التخويف و استدرجهم بذلك إلى ما فيه نعيمهم و رفعهم إلى المقام المنيف كما يفعل ولي الصبي عند إرادة تأديبه فإنه لا يتركه إلى طبيعته و أهوائه تجري به بل يلزمه أموراً يشق عاليه فعلها فإذا بلغ مبلغ الرجال تبين له نفعها. فيكونون كأسارى الكفار الذين يراد بهم الدخول في الإسلام و هم يكرهون ذلك مع أنه موصل إلى الجنة دار السلام كما أشار إلى ذلك بالحديث الشريف الذي رواه بالمعنى و لفظه : ” عجب اللَّه من أقوام يقادون إلى الجنة بالسلاسل ”. و هذا الحديث في أسارى بدر الذين أسروا ثم أسلموا و المراد من قوله : (عجب ربك. . الخ) إظهار غرابة ذلك الأمر لخلقه فيتعجبون منه لأن العجب الذي هو استعظام أمر خفي سببه مستحيل على اللَّه تعالى. واعلم أن الخاصة لا يحتاجون إلى الإيجاب و التخويف و التحذير لتنوير بصائرهم و حبهم لطاعة اللطيف الخبير فلم يقتصروا على ما اقتصر عليه العامة من الواجبات بل أضافوا إليها نوافل الخيرات وصارت أعمالهم كلها قربات. و إلى ذلك الإشارة بقوله صلى اللَّه عليه و سلم : ” نعم العبد صهيب لو لم يخف اللَّه لم يعصه ”
(196) أوجب عليك وجود خدمته و ما أوجب عليك إلا دخول جنته أي أوجب الحق تعالى عليك في الظاهر وجود خدمته و في الحقيقة و نفس الأمر ما أوجب عليك إلا دخول جنته فإنه سبحانه جعل الأعمال سبباً لدخول الجنة و المقصود بهذه الحكمة و ما قبلها الإعلام بأن اللَّه تعالى غني عن خلقه لا تنفعه طاعتهم و لا تضره معصيتهم بل التكاليف كلها ترجع إلى ما فيه منفعتهم و اللَّه هو الغني الحميد

Friday, October 7, 2016

Tanda Tanda Kematian Khusnul Khotimah

Tanda Tanda Kematian Khusnul Khotimah
Kematian adalah suatu keniscayaan yg pasti akan dialami oleh setiap yg bernyawa.Setelah melanglang buana hidup didunia,pada saatnya nanti kita akan kembali kepada Sang Pemilik Jiwa,Allah Subhanahu wa ta ‘aalaa.Kematian dapat terjadi kapan saja.Dengan waktu yg tak diduga-duga,dengan cara yg berbeda-beda.Ada seseorang yg mati dengan cara yg baik (khusnul khatimah),namun tak sedikit pula yg saat ajal menjelangnya, ia sedang dalam keadaan yg buruk (su’ul khotimah).Tanda Tanda Kematian Khusnul Khotimah Sebagai umat yg beragama,kita tentu percaya adanya kehidupan setelah kematian.Kita akan dibangkitkan kembali di alam kubur dan mempertanggung jawabkan apa-apa yg telah kita perbuat di alam dunia.Oleh karena hal ini,semua orang,Anda,saya,kita semua,dan bahkan orang yg berkelakuan buruk selama hidupnya sekalipun,tentu sama-sama ingin dapat menemui ajal dalam situasi yg baik atau khusnul khotimah.

http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/10/17-tanda-tanda-kematian-khusnul-khotimah.html


Tanda Tanda Kematian Khusnul Khotimah Nah,jika Anda ingin tahu lebih jauh mengenai apa itu kematian khusnul khotimah,berikut ini adalah tanda tanda kematian khusnul khotimah sesuai dengan literatur dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist. 
  1. Meninggal dunia dengan mengucapkan syahadat (HR. Abu Daud). 
  2. Meninggal dunia dalam keadaan sedang berkeringat (HR. Tirmidzi). 
  3. Meninggal dunia pada waktu siang atau malam jumat (HR. Tirmidzi). 
  4. Meninggal dunia dalam keadaan mati syahid atau terbunuh di medan perang di jalan Allah SWT (QS. 3 : 169-171). 
  5. Mati di jalan Allah SWT (HR. Muslim). 
  6. Meninggal dunia karena penyakit radang selaput dada (HR. Ahmad). 
  7. Meninggal dunia karena penyakit tha’un (HR. Bukhari). 
  8. Meninggal dunia karena sakit perut (HR. Muslim). 
  9. Meninggal dunia karena tenggelam.(HR.Bukhari Muslim)
  10. Meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan (HR. Bukhari dan Muslim). 
  11. Meninggal dunia karena kehamilan disebabkan anak yg sedang dikandungnya (HR. Ahmad). 
  12. Meninggal dunia karena membela agama atau nyawa (HR. Bukhari). 
  13. Meninggal dunia karena membela harta (HR. Abu Daud). 
  14. Meninggal dunia karena terjangkit penyakit TBC (HR. Ath Thabrani). 
  15. Meninggal dunia karena sedang berjaga di jalan Allah SWT. 
  16. Meninggal dunia tatkala sedang beramal shaleh (HR. Ahmad). 
  17. Meninggal dunia karena terbakar api (HR. Ahmad). 

Baca Juga:Tanda-tanda Meninggal yang Baik dan khusnul khatimah
Itulah ketujuh belas tanda tanda kematian khusnul khotimah yg dijelaskan dalam pedoman beragama kita, yakni Al-Quran dan Al-Hadist.Semoga kita semua tergolong orang-orang yg beruntung,sehingga dapat menemui ajal dalam keadaan yg baik.Wallahu 'Alam

Saturday, October 1, 2016

Inilah Wajah Cicit Nabi Muhammad yang Menggemparkan Netizen?

Wajah keturunan Rasulullah menyebar dan menghebohkan jagat maya,putra ulama besar kota Madinah;beliau adalah Sayid Yusuf Halim anak Syeikh Jamil Halim Al-Husaini. Keturunan Rasulullah s. a. w melalui Sayyidina Husain, putra Fatimah dan Ali bin Abi Thalib.

Nasab yg bersambung kepada Nabi Muhammad shallallahualaihiwasallam mempunyai sekitar 40 tingkat, dan semua keturunan Rasulullah pada umumnya hafal dengan silsilah mereka sampai kepada Fatimah putri Rasulullah yg bersuamikan Ali bin Abu Thalib, sepupu beliau.

Keturunan Rasulullah yg juga cicit Sulthanul Auliya’, Syaikh Abdul Qadir Jailani. Muhammad Sholah.

Predikat Zuriat Rasul bukan hal sepele, misalnya Habib Ali Al Jifri, lihat nasab beliau di sini. Di Indonesia sendiri ada lembaga bernama Rabithah Alawiyah yg mengurusi kemurnian nasab seseorang yg benar masih merupakan keturunan Rasulullah. Dengan begitu sangat ketat mengenai hal ini, lagipula waktu 1400 tahun bukan waktu yg begitu panjang, seorang ahli sejarah tahu persis akan hal itu. Semua bisa dilacak dalam kurun waktu tersebut . Bahkan Rasulullah pernah dalam haditsnya mengisyaratkan bahwa masa hidup beliau dan hari kiamat hanya bagaikan dua jemari jaraknya (yakni dekat sekali). Sebab beliau adalah Nabi akhir zaman, penutup para Nabi dan diutus bagi seluruh manusia.

Di dalam literatur Islam, disebutkan akan terlihat Imam Mahdi pada akhir jaman sebagai pemimpin yg adil, memimpin orang-orang beriman melawan pasukan Dajjal. Dan dijelaskan dalam hadits bahwa nama Al Mahdi ialah Muhammad bin Abdullah, keturunan Rasulullah di penghujung jaman. Di mana beliau dan prajuritnya pada akhirnya berhasil mengalahkan kuasa kegelapan, jelmaan iblis paling pamungkas dan pasukannya, zionis.

Sesuai arti nama beliau yaitu ‘Yang Terpuji’, Nabi Muhammad adalah sebagus-bagus ciptaan dan paling sempurna di antara semua makhluk Allah. Bagaimanakah ciri-ciri fisik Rasulullah menurut orang-orang yg pernah menyaksikan dan hidup sezaman dengan beliau?

Diriwayatkan Dari Al-Barra, Dia Berkata : “Rasulullah Adalah Orang Yg Paling Tampan Wajahnya, Sosoknya Paling Sempurna, Beliau Tidaklah Tinggi Menjulang Dan Tidaklah Pendek. ” (HR. Bukhari)

Diriwayatkan dari Abu Juhaifah bahwa dia pernah melihat Rasulullah shalat di Bathha, di hadapan beliau terdapat anazah sebagai batasnya, dalam kutipan hadits ini disebutkan bahwa sejumlah orang menyalami Rasulullah setelah itu mengusapkan telapak tangan Rasulullah ke wajahnya, akupun menyalami tangan beliau dan mengusapkan tangan beliau ke wajahku, telapak tangan beliau lebih dingin daripada esdan lebih harum dari minyak kasturi. ”(HR. Bukhari)

Inilah Wajah Cicit Nabi Muhammad yang Menggemparkan Netizen?

Dapat disimpulkan dari banyak hadits, ciri-ciri Rasulullah adalah sebagai berikut :
– Berpostur tubuh sedang dan tegap, tidak tinggi dan tidak pendek.
– Warna kulitnya sedang dan cerah, tidak terlalu putih dan tidak gelap.
– Bentuk kepala beliau agak besar dan kuat.
– Rambut tidak keriting, juga tidak lurus, agak berombak. Tebal, sampai batas telinga.
– Alis mata melengkung dan tebal.
– Warna mata hitam dan bulu mata yg panjang. Terlihat garis-garis merahnya.
– Mulut beliau sedang, agak lebar.
– Gigi beliau putih cemerlang dan agak renggang ;
– Mempunyai jenggot hitam dengan uban putih. Jenggotnya tipis tapi penuh rata sampai di pipi.
– Bahu dan dada bidang (lebar) dan kokoh.
– Pergelangan tangan beliau cukup panjang, telapak tangan dingin sejuk.
– Jari jemari tangan dan kaki beliau tebal dan lentik memanjang.
– Telapak tangan dan kaki beliau agak lebar dan padat berisi.
– Daerah di sekitar tulang belikat beliau cukup lebar, dan nampak proporsional.
– Mempunyai tanda kenabian di antara tulang belikat.
– Dada dan pinggang beliau seimbang ukurannya ;
– Terdapat bulu-bulu halus tumbuh lurus di dada beliau dan terus kebawah hingga pusar ;
– Bagian-bagian tubuh beliau nampak bersih dan bercahaya ;
– Tumit beliau langsing ;
– Telapak kaki beliau cukup lengkungannya dan atasnya halus serta bagus bentuknya.

Setiap orang yg bertemu Muhammad pasti akan berkata, “Aku tidak pernah melihat orang yg sepertinya, baik sebelum maupun sesudahnya. ”
Abu Hurairah mengatakan bahwa Muhammad sangatlah rupawan, seperti dibentuk dari perak. Abu Hurairah belum pernah melihat orang yg lebih baik dan lebih tampan dari Muhammad, rona muka secemerlang matahari dan tidak pernah melihat orang yang secepat beliau. Seolah-olah tanah digulung oleh langkah-langkah Muhammad jika sedang berjalan. Dikatakan jika Abu Hurairah dan yang lainnya berusaha mengimbangi jalannya Muhammad dan nampak ia seperti berjalan santai saja.

Said al Jahiri mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Taufik berkata bahwa pada saat ini (jaman itu) tidak ada lagi yg masih hidup orang yg pernah melihat secara langsung Muhammad kecuali dirinya sendiri dan Muhammad mempunyai roman muka sangat cerah dan perawakannyaa sangat baik.
Baca Juga: Tanda-tanda Diterimanya Taubat
Ibnu Abbas mengatakan bahwa gigi depan Muhammad agak renggang tidak terlalu rapat dan jika berbicara nampak putih bersinar.

Thursday, September 8, 2016

Hasil Muktamar Aswaja CHECHNYA Membuat Gelisah Kaum Wahabi

Muktamar menyampaikan rasa terima kasih yang sangat besar kepada Presiden Chechnya Ramadhan Ahmed Kadyrov atas segala upayanya dalam berkhidmah kepada Al­Quran dan Sunnah.Mereka mendoakannya agar senantiasa sukses untuk melanjutkan perjuangan ayahnya al­Syahid Syaikh Haji Ahmad Kadyrov dalam berkhidmah kepada Islam dan kemanusiaan,serta membela Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah.Mereka semua secara khusyuk menengadahkan tangan kepada Allah,agar senantiasa memberikan rahmat dan ridha­Nya kepada al­Syahid Syaikh Haji Ahmad Kadyrov yang merupakan kehilangan besar bagi umat Islam,serta memberikan kemuliaan kepada beliau di surga.Dan semoga Allah menjaga Chechnya dan selalu memberinya keselamatan,keamanan,kemajuan dan
kemakmuran.

http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/09/hasil-muktamar-aswaja-chechnya-membuat.html

Baca Juga:Kita Umat Islam Akhir Zaman
Kiprah Abu Indrapuri Sebagai Ulama
Dikutip dari CNN,Saudi Arabia dan para syaikhnya sangat marah dengan adanya muktamar ini karena para peserta muktamar yang menyepakati bahwa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah Asyairah Dan Maturidiyyah.Dalam Fiqh mengikuti 4 mazhab Fiqh dan juga bertasawuf mengikuti para ulama Tasawuf yg sudah Tsiqah bagi kaum muslimin.Secara otomatis mereka yg mengklaim dirinya salafi keluar dari definisi Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.Bahkan dilaporkan keluar tuduhan takfir yang mengkafirkan,sufi musyrik penyembah kuburan hingga tuduhan antek Rusia dari para Syeikh Wahabi ini kepada ratusan Ulama Aswaja dari penjuru dunia ini. Wallahua'lam 

Wednesday, August 24, 2016

Fatwa Syiah:Siapa yang Memakan Kotoran Imam Syiah Akan Masuk Surga

فليس في بول المعصومين ودمائهم وأبوالهم وغائطهم استخباث و قذارة يوجب الاجتناب في الصلاة ونحوها كما هو معنى النجاسة ، ولا نتن في بولهم وغائطهم بـل هـــمــا كالمــسك الأذفـــــــر ، بــــــــــل مــــن شـــــرب بولهم وغائطهم ودمهم يـــــحـرم الله عليه الـــنــار واســتــوجــب دخول الجنّة

Artinya : “Tidak ada pada air kencing para Imam ma'shum,darah,dan juga eek mereka suatu kebusukan ataupun kekotoran.... Air kencing dan eek mereka tidak bau,malah baunya bagaikan bau misik yg semerbak.Bahkan barangsiapa yang meminum air kencing para imam,memakan eek mereka,juga darah mereka,maka Allah mengharamkan Neraka baginya dan wajib baginya masuk Surga. ”

Fatwa Syiah:Siapa yang Memakan Kotoran Imam Syiah Akan Masuk Surga


Al-Anwar Al-Wilayah oleh Al-'Allamah Al-Hujjah Al Akhunid Mulla Zaenal Abidin Al Kalbayakani halaman 440.Demikianlah Semoga bertambah ilmu tentang syiah..dan dapat terhindar dari aqidah syiah.
Sumber:Syiah Indonesia com

Tuesday, July 12, 2016

Malaikat Tidak Mau Memasuki Rumah Ini

Hy Sahabat Berita Islami yang Beriman,yang saya muliakan kali ini kami berbagi ilmu ada 20 jenis rumah yang tidak akan dimasuki oleh Malaikat Rahmat.Sesuai dengan kutipan Hadist Rasulullah dan Buku Karangan dari Abu Hudzaifah Ibrahim bin Muhammad.

Dan perlu diperhatikan bahwa ketika Malaikat Rahmat tidak masuk kedalam rumah kita. Berarti rumah yang dihuni tersebut telah diisi oleh syetan-syetan.Malaikat tidak akan mungkin bisa berkumpul dengan syetan didalam satu tempat.

http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/07/malaikat-tidak-mau-memasuki-rumah-ini.html


Maka dengan itu sobat,hindarilah 20 Jenis rumah berikut ini :

1. Rumah di dalamnya terdapat Gambar yang ada kepalanya(Berhala)
2. Rumah di dalamnya ada anjing.
3. Rumah yang penghuninya Masih dalam Keadaan Junub
4. Rumah yang di dalamnya ada patung.
5. Rumah yg di dalamnya ada lonceng.
6. Rumah orang yg durhaka kepada kedua orang tuanya
7. Rumah orang yang memakan harta anak yatim.
8. Rumah orang yang memakan riba.
9. Rumah yang di dalamnya tidak disebutkan Asma Allah.
10. Rumah yang digunakan untuk kekejian,atau dosa besar.
11. Rumah yg di dalamnya banyak caci maki dan laknat.
12. Rumah yg di dalamnya ada alunan lagu dan musik
13. Rumah orang yg memutuskan silaturahim.
14. Rumah yang digunakan minum khamr.
15. Rumah yg ditempati untuk perjudian
16. Rumah yg di dalamnya ada syirik dan mantera-mantera,
17. Rumah yg penghuninya terus menerus melakukan kedurhakaan,
18. Rumah yang penghuninya hidup boros,
19.Rumah yg di dalamnya ada bau tidak sedap atau penghuni laki-lakinya tubuh dengan kunyit,
20. Rumah yg tidak ada shalawat di dalamnya dan lebih mementingkan hawa nafsu.

Baca Juga:Inilah Jawaban Kenapa Orang Ingkar Dengan Allah Kok Hidupnya Selalu Enak?
Mari kita sama-sama untuk menjadikan rumah kita menjadi lebih baik lagi.Agar orang masuk kedalam rumah kitapun akan merasakan ketentraman dan kesejukan.Dan ketika rumah kita dapat terhindar dari tipe tersebut.Maka isilah dengan amal agama,agar rumah kita laksana bintang dilangit.Karena pancaran Nur amalan yg kita buat.Semoga Bermanfaat.

Monday, May 30, 2016

Inilah Pengakuan Penganut Syiah

INI adalah kisah nyata seorang penganut Syiah di Indonesia yg sangat benci ketika ada orang yang melecehkan Syiah.
Namun ternyata,setelah beberapa bulan berikutnya dia berbalik,yang tadinya benci ketika ada orang yg melecehkan Syiah,sekarang amat benci dengan Syiah.
Ditanyakan kenapa bisa sampai seperti itu.Jawabnya adalah ketika ia menuntut ilmu di Iran,ia mempunyai sahabat yang merupakan asli penduduk Iran,dan tentunya seakidah dengannya,sama-sama Syiah.Sahabatnya itu memperkenalkan suatu tempat yg setiap malam Jum’at selalu dilakukan sebagai tempat nikah mut’ah.Sahabatnya itu kerap mendatangi tempat itu.


Tapi ada suatu yg ganjil dari proses nikah mut’ah tersebut.Setiap malam Jumat,semua lampu dalam hotel tersebut dimatikan.Alasan pemilik hotel,pemadaman itu dilakukan agar masyarakat sekitar yg nikah mut’ah di tempat tersebut tidak saling mengenal,dan jika bertemu di siang hari tidak malu.
Si sahabatnya itu penasaran.Berkali-kali ia nikah mut’ah namun tidak mengetahui sama siapa ia bersetubuh.

Baca Juga:Inilah Syarat-Syarat Sah Nikah Yang Perlu Anda Ketahui

Maka ia mempunyai ide pada saat ijab-qobul (dalam suasana gelap),ia memberi cincin sebagai mas kawin dan agar selalu dipakai oleh wanita tersebut.Setelah aqad persetubuhan selesai,laki-laki itu pulang ke rumah nya dan wanita itu menunggu datangnya siang hari untuk pulang.Dan di pagi-pagi sekali,ia mendatangi hotel tersebut dan mengumpulkan wanita-wanita yg ia mut’ahi pada malam harinya.Lalu dicarilah perempuan yg memakai cincin dan setelah ketemu,dan dibukakan hijabnyya,dia kaget setengah mati.
Ternyata wanita yg disetubuhinya semalam adalah adiknya sendiri yg juga tengah menuntut ilmu di negeri itu.
Dari situ dia sangat menyesal,dan begitu merasa bersalah.

Friday, May 6, 2016

Apa Kata AL-IMAM AL-GHAZALI Tentang Mengintip Untuk Cegah Mungkar

Wednesday, January 13, 2016

Wanita Adalah Mutiara Kehidupan Untuk Para Pria

Bagaimana perasaan seorang pria jika dikelilingi banyak wanita? Jika pertanyaan itu disodorkan kepada saya, maka ungkapan “bangga” nampaknya cukup mewakili perasaan saya. Saya senang setiap hari dikelilingi wanita cantik, shalihah pula. Dan tentu pada saat itu saya semakin merasa menjadi ‘pangeran’. Ups, jangan curiga dulu, karena wanita-wanita cantik nan shalihah yg saya maksud adalah istri dan dua anak saya yg keduanya ‘kebetulan’ wanita. Insya Allah.

Tidak hanya itu, sebelum saya menikah, saya juga lebih banyak disentuh oleh wanita, yakni ibu karena semenjak usia enam tahun saya memilih untuk ikut ibu saat ia bercerai dengan ayah. Sebuah naluri kedekatan anak terhadap ibunya yg tidak sekedar karena telah menghisap ratusan liter air susu ibunya, melainkan juga ikatan bathin yg tak bisa terpisahkan dari kehangatan yg senantiasa diberikan seorang ibu terhadap anaknya.



Sebab itu, dalam hidup saya tidak ingin berbuat sesuatu yg sekiranya dapat mengecewakan dan melukai seorang wanita. Namun sikap yg tepat dan bijak harus diberikan seorang pria mengingat wanita itu terbuat dari tulang rusuk yg bengkok, yg apabila terdapat kesalahan padanya, pria harus berhati-hati meluruskannya. Terlalu keras akan mematahkannya, dibiarkan juga salah karena akan tetap pada kebengkokannya. Meski demikian, tidak sedikit pria harus membiarkan wanita kecewa demi meluruskan kesalahan itu, toh setiap pria yg melakukan itu pun sangat yakin bahwa kekecewaan itu hanya sesaat kerena selanjutnya akan berbuah manis.

Wanita itu ibarat bunga, yg jika kasar dalam memperlakukannya akan merusak keindahannya, menodai kesempurnaannya sehingga menjadikannya layu tak berseri. Ia ibarat selembar sutra yg mudah robek oleh terpaan badai, terombang-ambing oleh hempasan angin dan basah kuyup meski oleh setitik air. Oleh karenanya, jangan biarkan hatinya robek terluka karena ucapan yg menyakitkan karena hatinya begitu lembut, jangan pula membiarkannya sendirian menantang hidup karena yangsebetulnya ia hadir dari kesendirian dengan menawarkan setangkup ketenangan dan ketentraman. Sebaiknya tidak sekali-kali membuatnya menangis oleh sikap yg mengecewakan, karena biasanya tangis itu tetap membekas di hati meski airnya tak lagi membasahi kelopak matanya.

Wanita itu mutiara. Orang perlu menyelam jauh ke dasarnya untuk mendapatkan kecantikan sebetulnya. Karenanya, melihat dengan tanpa membuka tabir hatinya niscaya hanya semu sesaat yg seringkali bisa mengelabui mata. Orang perlu berjuang menyusur ombak, menahan arus dan menantang semua bahayanya untuk bisa meraihnya. Dan tentu untuk itu, orang harus memiliki bekal yg cukup sehingga layak dan pantas mendapatkan mutiara indah itu.

Wanita itu separuh dari jiwa yg hilang. Maka orang harus mencarinya dengan seksama, memilihnya dengan teliti, melihat dengan hati-hati sebelum menjadikannya pasangan jiwa. Karena jika salah, ia tidak akan menjadi sepasang jiwa yg bisa menghasilkan bunga-bunga cinta, melainkan noktah merah menyemai pertikaian. Ia tak akan bisa menyamakan langkah, selalu bertolak pandang sehinggatambah baik tak memberikan kenyamanan dan keserasian. Ia tak mungkin menjadi satu hati meski seluruh daya dikerahkan untuk melakukannya. Dan yang jelas ia tak bisa menjadi cermin diri sewaktudisaat lengah atau larut.

Wanita memiliki kekuatan luar biasa yg tak pernah dipunyai lawan jenisnya dengan lebih baik. Ialah kebolehan cinta, empati dan kesetiaan. Dengan cintanya ia menguatkan langkah orang-orang yg bersamanya, empatinya membangkitkan mereka yg jatuh dan kesetiaannya tak lekang oleh waktu, tak lebur oleh perubahan.

Dan wanita merupakan sumber kehidupan. Yg mempertaruhkan hidupnya untuk sebuah kehidupan baru, yg dari dadanya dialirkan air susu yg menghidupkan. Sehingga semua pengorbanannya itu layak menempatkannya pada kemuliaan surga, juga keagungan penghormatan. Tidak berlebihan pula jika Rasulullah menjadi seorang
original:
seorang
suggestion:
wanita (Fathimah) sebagai orang pertama yg kelak mendampinginya di surga.

Untung saya bukan penyanyi ngetop yg menjadikan wanita dan cintanya sebatas syair lagu demi mendapatkan keuntungan. Sehingga yg tampak dimata semata-mata wanita sebatas bunga-bunga penghias yg bisa dicampakkan ketika tak lagi menyenangkan. Kebetulan saya juga bukan bintang sinetron yg kerap diagung-agungkan wanita. Karena kalau saya jadi mereka, tentu ‘kebanggaan’ saya dikelilingi wanita cantik bisa berbeda makna dengan kebanggaan saya sebagai seorang yg bukan siapa-siapa.

Bagusnya juga wanita-wanita yg mendekati dan mengelilingi saya bukanlah mereka yg rela diperlakukan tidak seperti bunga, bukan selayaknya mutiara dan gak selembut sutra. Bukan wanita yg mencampakkan dirinya sendiri dalam kubangan kehinaan berselimut kemewahan dan tuntutan zaman. Tidak seperti wanita yg rela diinjak-injak kehormatannya, tak menghiraukan jerit hatinya sendiri, atau bahkan pertentangan bathinnya. Juga bukan wanita yg membunuh nuraninya sendiri sehingga tak menjadikan mereka wanita yg pantas mendapatkan penghormatan, bahkan oleh buah hatinya sendiri.


Dan sudah pasti, selain tak ada wanita-wanita macam itu yg akan mendekati lelaki bukan siapa-siapa seperti saya ini, saya pun tentu tidak akan betah berlama-lama berdekatan dengan mereka, lebih-lebih bangga.

Sunday, January 3, 2016

Kenapa Melihat Allah Harus di Akhirat?

Kenapa Melihat Allah Harus di Akhirat?
Deskripsi Masalah.
kenapa manusia melihat Allah harus di akhirat

Salah satu nikmat terbesar dan paling besar di Surga kelak adalah melihat zat Allah swt dengan mata kepala,dengan syarat kita harus terlebih dahulu mati dan masuk surga untuk merealisasikan hal tersebut.

http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/01/kenapa-melihat-allah-harus-di-akhirat.html
 

Pertanyaan.
Kenapa melihat zat Allah swt harus di akhirat (surga) kelak? Kenapa tidak saat masih hidup di dunia?

Jawaban.
Sebab demikian,mengutip pendapat Imam Malik ra,manusia tidak bisa melihat Allah swt di dunia karena kelemahan (tidak sanggup) mereka akan hal tersebut (melihat zat Allah), berbeda jika mereka sudah meninggal dan masuk surga,pada saat itu kelemahan mereka sudah hilang karena mereka diciptakan untuk hidup kekal.

Pengecualian kepada nabi Muhammad saw saat masih hidup di dunia,beliau pernah melihat zat Allah swt dengan mata kepala (menurut pendapat kuat) pada malam isra’ mi’raj. Hal tersebut dikarenakan penghormatan dan kemulian bagi nabi Muhammad saw karena status beliau sebagai Rahmatan lil ‘Alamin.Demikianlah Semoga Artikel Singkat ini Bermanfaat,Dan Dapat Menambah Keimanan Kita Bersama.Wallahua’lam.

http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/01/kenapa-melihat-allah-harus-di-akhirat.html


Baca juga:5 Hal Yang Harus Dilakukan Suami Istri Agar Rezekinya Berkah

Ibnu Hajar al-Haitami,Fatawa Hadisiyah, hal 154 cet. Darul Fikri. 
Sumber:lbm MUDI mesra

Sunday, March 1, 2015

Kisah Cerita Kesufian Raja Muzaffar Shah


KISAH KESUFIAN RAJA MUZAFFAR SHAH

Pada Suatu hari Raja Muzaffar yang masih kecil bertanya kepada Bundanya tentang ALLAH TA'ALA.
“Bunda... dimana ALLAH dan bisakah Ananda melihatNya?”
“Oh... ALLAH itu di Arasy wahai Ananda dan Ananda tidak bisa melihatNya kerana ALLAH berada sangat jauh diatas 7 petala langit. Sedangkan langit kedua pun manusia tidak nampak bagaimana hal keadaanNya lantas bagaimana mungkin Ananda akan bisa melihat ALLAH yang berada di Arasy yang terletak lebih atas dan jauh daripada 7 petala langit?”
“Oh begitu… bagaimana dengan dalilnya Bunda?”
Dalilnya begini... “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah ALLAH Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan... dari Surah Yunus ayat ke 3.”
Kisah Cerita Kesufian Raja Muzaffar Shah

Maka giranglah hati Raja Muzaffar karena telah mendapat jawaban dari persoalan yang selama ini sentiasa semak difikirannya. Masa pun berlalu... hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun,jadi telah remajalah Raja Muzaffar.
Pada Suatu hari Raja Muzaffar diperintahkan Ayahandanya supaya belajar ilmu-ilmu agama dari Syeikh Abdullah selaku Mufti di Negeri Ayahandanya itu. Maka tidak sabar lagi Raja Muzaffar mau berguru dengan Syeikh Abdullah sementara pelajaran agama ialah yang paling diminatinya.
Suatu hari sambil duduk-duduk santai dengan Syeikh Abdullah tiba-tiba Raja Muzaffar ditanyai oleh Syeikh Abdullah dengan dua persoalan yang tidak asing baginya.
“Wahai Anakanda Putera Raja... dimana ALLAH dan bisakah Anakanda Putera Raja melihatNya?”
Sambil tersenyum Raja Muzaffar menjawab sebagaimana yang telah diajarkan Bundanya dahulu... “ALLAH itu di Arasy wahai Syeikh Guru dan saya tidak bisa melihatNya kerana ALLAH berada nun jauh diatas 7 petala langit.”
Tersenyum kecil Syeikh Abdullah mendengar jawaban muridnya itu dan sejenak selepas menghela nafasnya Syeikh Abdullah lalu berkata.... “Begini Anakanda Putera Raja… ALLAH itu bukannya makhluk seperti kita lantaran itu ALLAH tidak seperti kita. Apa saja hukum yang terjadi pada makhluk tidak berlaku seperti itu atas ALLAH. Oleh itu ALLAH tidak bertempat karena bertempat itu hukum bagi makhluk.”
“Lantas dimana ALLAH itu wahai Syeikh Guru?”
“ALLAH itu tidak bertempat kerana Dia bersifat qiammuhu binafsihi yang bermaksud ALLAH tidak berhajat pada sesuatu zat lain untuk ditempati. Jika kita mengatakan ALLAH berhajat pada sesuatu zat lain untuk ditempati maka ketika itu kita telah menyerupakan ALLAH dengan keadaan makhluk. Ketahuilah, ALLAH tidak serupa dengan makhluk berdasarkan kepada dalil dari Surah Asy-Syura ayat ke 11 yang bermaksud “Dia tidak menyerupai segala sesuatu.” ALLAH tidak berdiam di Arasy kerana Arasy itu ialah makhluk. Bagaimana mungkin makhluk dapat menanggung Zat ALLAH sedang bukit dihadapan Nabi Musa pun hancur kerana tidak dapat menanggung pentajalian ALLAH.”
Raja Muzaffar mengangguk-anggukkan kepalanya tanda faham.
Kemudian Syeikh Abdullah menambah... “Berkenaan tentang Anakanda Putera Raja tidak bisa melihat ALLAH itu ialah benar namun bukanlah karena ALLAH itu jauh maka Anakanda Putera Raja tidak bisa melihatNya.”
“Jika bukan begitu lantas bagaimana Syeikh Guru?” Tanya Raja Muzaffar beria-ia ingin tahu.
“Sebenarnya kita tidak dapat melihat ALLAH bukanlah kerana asbab jarak tetapi kerana keterbatasan kemampuan penglihatan matamanusia yang tidak mampu melihat ZatNya. Ini bersesuai dengan firman ALLAH yang bermaksud “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui... dari Surah Al-An’am ayat 103.”
Terdiam Raja Muzaffar mendengar hujah Gurunya itu. Barulah beliau sedar bahawa apa yang menjadi pegangannya selama hari ini ialah salah. Pegangan yang mengatakan bahawa ALLAH itu diArasy dan ALLAH tidak boleh dilihat kerana asbab jarak ialah satu kesilapan.
Huraian daripada Gurunya melalui ilmu Kalam membuatkan Raja Muzaffar begitu kagum dengan kekuasaan akal yang dapat menghuraikan segala-galanya tentang Tuhan. Bermula dari hari tu Raja Muzaffar berpegang dengan hujah gurunya bahawa ALLAH itu tidak bertempat dan manusia tidak boleh melihat ALLAH kerana keterbatasan kemampuan penglihatan mata manusia. Akhirnya dengan berkat ketekunan dan kesungguhan, Raja Muzaffar telah berjaya menguasai ilmu-ilmu ketuhanan menurut peraturan ilmu kalam sebagaimana yang diajarkan oleh Syeikh Abdullah hingga mahir.
Masa terus berjalan dan kini Raja Muzaffar telah dewasa. Oleh kerana begitu minatnya yang mendalam tentang ilmu-ilmu ketuhanan maka beliau meminta izin daripada ayahandanya untuk menperdalamkan lagi ilmu pengetahuannya dengan belajar dari guru-guru yang berada diluar istana sementelah Syeikh Abdullah telah meninggal dunia.
Ayahandanya memberi izin lalu tanpa berlengah Raja Muzaffar menemui sahabat-sahabat sealiran Almarhum Syeikh Gurunya untuk melanjutkan pelajaran. Raja Muzaffar mempunyai sikap yang pandai.tiap hari apabila beliau melalui pekan-pekan kecil untuk sampai ke rumah guru-gurunya, beliau akan bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya dengan soalan yang pernah ditanya kepada bundanya yaitu dimana ALLAH dan bolehkah manusia melihatNya?
Bagi sesiapa yang menjawab soalannya itu sebagaimana yang pernah dijawab oleh bundanya maka beliau akan membetulkan kefahaman orang itu dengan hujah Almarhum Gurunya Syeikh Abdullah. Jika orang itu tidak mau tunduk dengan hujahnya maka orang itu akan dipukulnya sebelum diusir dari negerinya itu.
Begitulah sikap Raja Muzaffar setiap hari sehingga pada suatu hari beliau bertemu dengan seorang tua yang sedang bertungkus-lumus menyediakan air minuman untuk diberi minum kepada orang yang lalu-lalang disebuah pekan tanpa mengambil sebarang upah.
Melihat kelakuan pelik orang tua itu lantas Raja Muzaffar mendekatinya. “Hei orang Tua... mengapa kamu tidak mengambil upah atas usahamu itu?” Tanya Raja Muzaffar tegas.
Orang Tua yang dari tadi begitu khusyuk mengagih-agihkan minumannya itu terkejut dengan pertanyaan Raja Muzaffar lalu meminta Raja Muzaffar memperkenalkan dirinya.
“Siapakah Tuan ini?” Tanya si Tua.
“saya ialah Putera Raja negeri ini.” Jawab Raja Muzaffar tegas.
“Oh kalau begitu Tuan ini tentu Raja Muzaffar yang terkenal dengan ketinggian ilmu ketuhanan itu. Tapi sayang, Tuan hanya tahu ilmu tentang ALLAH tetapi Tuan sendiri belum mengenal ALLAH. Jika Tuan telah mengenal ALLAH sudah pasti tuan tidak akan bertanya kepada saya soalan Tuan tadi.”
Terkebil-kebil mata Raja Muzaffar mendengar kata-kata si Tua itu. Hatinya terpesona dengan ungkapan ‘mengenal ALLAH’ yang diucapkan orang tua itu.
Lantas beliau bertanya kepada orang tua itu. “Kemudian apa bezanya antara ‘tahu’ dengan ‘kenal’?”
Dengan tenang si Tua itu menjawab... “Ibarat seseorang yang datang kepada Tuan lantas menceritakan kepada Tuan tentang ciri-ciri buah nangka tanpa menunjukkan zat buah nangka, maka ini mertabat ‘tahu’ kerana ianya hanya sekadar maklumat dan orang yang berada pada mertabat ini mungkin akan menyangka bahawa buah cempedak itu ialah nangka kerana ciri-cirinya seakan sama. Berbanding seseorang yang datang kepada Tuan lantas menghulurkan sebiji buah nangka, maka ini mertabat ‘kenal’ kerana zatnya terus dapat ditangkap dengan penglihatan mata dan orang yang berada pada mertabat ini pasti dapat mengenal mana cempedak dan mana nangka dengan tepat.”
Raja Muzaffar mendengar dengan teliti huraian si Tua itu. Diam-diam, hatinya membenarkan apa yang diperkatakan si Tua itu. Kemudian terlintas dihatinya untuk bertanyakan soalan yang lazim ditanyanya kepada orang ramai.
“Kalau begitu wahai orang Tua silalah jawab persoalan saya ini... dimana ALLAH dan bisakah manusia melihatNya?”
“ALLAH berada dimana-mana saja dan manusia bisa melihatNya.” Jawab si Tua dengan tenang.
Tercengang Raja Muzaffar mendengar jawapan orang tua itu. Seketika kemudian terus saja orang Tua itu dipukulnya sehingga jatuh tersungkur. Melihat orang Tua itu tidak cuba mengelak pukulannya bahkan langsung tidak menunjukkan reaksi takut maka Raja Muzaffar pun lantas bertanya... “Kenapa kamu tidak mengelak pukulan beta wahai orang Tua?”
“Bukankah tadi sudah hamba bilang... Tuan ini hanya orang yang tahu tentang ALLAH tetapi bukannya orang yang benar-benar mengenal ALLAH.”
Terdiam Raja Muzaffar mendengar kata-kata si Tua itu. Kemudian beliau menenangkan dirinya lantas bersegera duduk diatas tanah dihadapan orang Tua itu.
“Baiklah orang Tua... Silahkan uraikan jawaban kamu tadi sebab saya berpegang bahawa ALLAH itu tidak bertempat dan manusia tidak boleh melihat ALLAH.”
“ALLAH itu tidak bertempat ialah menurut pandangan hukum akal saja sedang pada hakikatnya tidak begitu.” Ujar orang Tua itu sambil mengesat bucu bibirnya yang berdarah.
Kemudian beliau menyambung... “Bukankah ALLAH itu wujudNya Esa?”
“Benar.” Jawab Raja Muzaffar.
“Jika ALLAH itu wujudNya Esa maka sudah barang tentu tidak ada wujud sesuatu bersertaNya.”
“Benar.” Jawab Raja Muzaffar.
“Lantas bagaimanakah kedudukan wujud alam ini jika ALLAH itu diyakini wujud tanpa ada selain zat yang wujud bersertaNya dengan pandangan mata hati?”
Raja Muzaffar memejamkan matanya rapat-rapat lantas dikerahkan pandangan mata hatinya untuk memahami persoalan yang ditanyai orang Tua itu. Tiba-tiba akalnya dapat menangkap dan memahami hakikat alam ini jika ianya merujuk kepada ruang lingkup keesaan wujud ALLAH. Lantas beliau membuat satu kesimpulan... “Jika dipandang dari sudut Esanya wujud ALLAH maka alam ini tidak lain melainkan diriNya sendiri… Tiba-tiba sahaja perkataan itu terpacul keluar dari bibirnya. Terkebil-kebil matanya apabila mendengar ucapannya sendiri.
Maka lidahnya kelu dan akalnya lumpuh. Terkejut... tergamam... terkedu... “Jadi kalau begitu ketika Tuan memandang alam ini, siapa yang Tuan pandang pada hakikatnya?”
Pantas soalan itu diajukan kepada Raja Muzaffar. “Pada hakikatnya Saya memandang ALLAH...”
“Nah kalau begitu bukankah ALLAH ada berfirman yang bermaksud “Dimana sahaja kamu menghadap, disitulah wajah ALLAH” dari Surah Al-Baqarah ayat ke 115 dan dalam Surah Al-Hadiid ayat ke 3 yang bermaksud “Dialah yang awal, yang akhir, yang zahir dan yang batin.”
Kemudian orang Tua itu bertanya lagi... “Dan sekarang dapat atau tidak Tuan melihat ALLAH ketika ini”
“Ya.. saya menyaksikan dengan ainul basyirah.”
Perlahan-lahan berjujuran air mata dari bucu mata Raja Muzaffar. Beliau menahan sebak kerana sekarang beliau sudah faham kenapa orang tua itu tidak mengambil upah atas usahanya dan tidak mengelak ketika dipukul. Semuanya kerana yang dipandangnya ialah pentajallian ALLAH. Dalam hati
perlahan-lahan beliau berkata... “Memang benar sesungguhnya pada sudut ini, ALLAH berada dimana-mana sahaja dan manusia boleh melihat ALLAH.”

“Makanya wahai Putera Raja.. inilah yang dinamai sebagai ilmu hakikat.”
Semenjak hari itu, Raja Muzaffar terus mendampingi orang tua itu untuk mempelajari lebih dalam selok-belok ilmu hakikat hingga diangkat beliau oleh gurunya menduduki kedudukan Syeikh ilmu hakikat. Demi memahami ilmu-ilmu hakikat yang halus-halus Raja Muzaffar telah menjadi seorang ahli ibadah yang alim-mualim. Beliau tidak lagi berpegang dengan fahaman Almarhum Gurunya iaitu Syeikh Abdullah kerana baginya jalan yang boleh membuatkan seseorang itu dapat mengenal ALLAH dengan haqqul yaqin ialah dengan ilmu hakikat. Beliau telah mengenepikan duduk didalam peraturan hukum akal sama sekali dan mulai duduk didalam peraturan musyahadah. Bagi beliau, ilmu kalam yang dituntutnya selama ini adalah semata-mata salah.

Setelah kemangkatan Ayahandanya maka Raja Muzaffar ditabalkan menjadi Sultan dinegerinya dan sekarang beliau menyandang gelaran Sultan Muzaffar Shah pada usia 50 tahun.
Beliau memerintah negerinya dengan adil dan saksama namun sikap ganjilnya yang dahulu masih diteruskannya. Dimana saja beliau pergi beliau tetap akan bertanyakan soalannya yang lazim itu.
Jika orang yang ditanya tidak dapat menjawab maka akan diajarkan jawabannya menurut ilmu hakikat dan jika orang itu membangkang akan dihukum bunuh.
Akhirnya kelaziman Sultan Muzaffar Shah ini membuatkan seluruh rakyat jelatanya menganut fahaman hakikat. Justeru itu rakyat jelata dinegerinya hidup aman dan makmur.
Suatu petang Sultan Muzaffar Shah yang terkenal sebagai Mursyid ilmu hakikat itu berjalan-jalan disebuah padang rumput yang luas dengan ditemani para pembesar istana.
Pandangannya tertarik pada gelagat seorang pemuda pengembala kambing dalam lingkungan usia 30an yang sedang berusaha menghalau seekor serigala yang cuba memakan kambing gembalaannya.
Baginda raja mendatangi pemuda gembala itu. Kelihatan pemuda itu hanya memakai pakaian yang diperbuat daripada guni dan tidak mempunyai kasut sebagai alas kaki. Rambutnya kering berdebu, bibirnya kering dan badannya kurus.
“Wahai pemuda... kenapa kamu menghalau serigala itu dari memakan kambing itu, tidakkah kamu menyaksikan hakikat serigala itu? Maka biarkan sahaja ALLAH bertindak menurut kemahuanNya.”
Mendengar kata-kata Sultan Muzaffar Shah itu sekonyong-konyong pemuda gembala itu lantas menggenggam pasir lalu dilemparkannya pasir itu ke muka Sultan Muzaffar Shah. Kemudian pemuda gembala itu membongkok lagi untuk kali kedua mengambil segenggam pasir lalu dilemparkan sekali lagi ke muka Sultan Muzaffar Shah.
Sultan Muzaffar Shah hanya tercegat sahaja mungkin terkejut dengan tindakkan pemuda gembala itu. Pemuda gembala itu terus mahu mengambil segenggam pasir lagi dan melihat itu seorang pembesar istana yang berada disitu terus memukul pemuda gembala itu hingga beliau jatuh pengsan.
Apabila sedar dari pengsan, pemuda gembala itu mendapati tangan dan lehernya telah dipasung dengan pasungan kayu didalam sebuah penjara. Tidak lama kemudian datang dua orang pengawal istana dengan kasar merenggut rantai besi yang terikat dibadannya dan dibawa ke suatu tempat yang amat asing baginya. Tidak lama berjalan akhirnya mereka sampai dihadapan singgahsana Sultan Muzaffar Shah.
“Mengapa kamu melempari muka Saya dengan pasir?” Tenang sahaja pertanyaan Sultan Muzaffar Shah.
“Kerana Tuanku mengatakan bahawa serigala itu ialah ALLAH yakni Tuhan saya.
“Bukankah hakikat serigala itu sememangnya begitu?” Tanya Sultan Muzaffar Shah hairan.
“Nampaknya dakwaan tuanku ini menunjukkan seorang yang mengenal ALLAH ialah kebohongan semata-mata.”
“Kenapa kamu berkata begitu?”
“Sebab orang yang sudah sempurna mengenal ALLAH pasti merindui untuk bertemu menemui ALLAH.”
Setelah 30 tahun baru hari ini hati Sultan Muzaffar Shah terpesona lagi apabila mendengar ungkapan ‘bertemu menemui ALLAH’ yang diucapkan oleh pemuda gembala itu.
Dahulu hatinya pernah terpesona dengan ungkapan ‘mengenal ALLAH’. Sejurus itu juga Sultan Muzaffar Shah memerintahkan agar pasung kayu yang dikenakan pada pemuda gembala itu ditanggalkan.
“Lantas apa utamanya ‘bertemu’ berbanding ‘kenal’?” Tanya Sultan Muzaffar Shah.
“Adakah Tuanku mengenali sifat-sifat Rasulullah?” Tanya pemuda gembala itu tiba-tiba...
“Ya... Saya tau akan sifat-sifat Rasulullah.”
“Lantas apa keinginan Tuanku terhadap Rasulullah?”
“Semestinyalah Saya mau dan rindu untuk menemuinya kerana baginda yaitu kekasih ALLAH!”
“Nah begitulah… orang yang sempurna pengenalannya terhadap sesuatu pasti terbit rasa ingin bertemu dengan sesuatu yang telah dikenalinya itu dan bukannya hanya sekadar berputar-putar didaerah ‘mengenal’ semata-mata.”

Tiba-tiba sahaja Sultan Muzaffar Shah berteriak kuat dengan menyebut perkataan ‘Allahu Akbaaar...!.!.!’ sekuat-kuat hatinya lalu baginda jatuh pengsan tidak sedar diri. Tidak lama kemudian setelah wajahnya disapukan dengan air sejuk maka baginda kembali sedar.
Sultan Muzaffar Shah terus menangis teresak-esak hingga jubahnya dibasahi dengan air matanya. Baginda memuhassabah dirinya.. “Memang... memang selama ini beta mengenali ALLAH melalui ilmu hakikat tetapi tidak pernah hadir walau sekelumit rasa untuk bertemu denganNya.
Rupa-rupanya ilmu hakikat yang beta pegangi selama ini juga salah sepertimana ilmu bonda dan ilmu Syeikh Abdullah”... bisik hatinya.
Kemudian terlintas difikiran Sultan Muzaffar Shah untuk menanyakan soalan lazimnya kepada pemuda gembala itu.
“Kalau begitu wahai orang muda, silalah jawab persoalan Saya ini... dimana ALLAH?”
Dengan tenang pemuda gembala itu menjawab... “ALLAH berada dimana Dia berada sekarang.”
“Kalau begitu, dimana ALLAH sekarang?
“Sekarang ALLAH berada dimana Dia berada dahulu.”
“Dimana ALLAH berada dahulu dan sekarang?”
“Dahulu dan sekarang Dia berada ditempat yang hanya Dia sahaja yang ketahui.”
“Dimana tempat itu?”
“Didalam pengetahuan ilmu ALLAH.”
Sultan Muzaffar Shah terdiam sebentar sambil keningnya berkerut merenung jawapan yang diberi pemuda gembala itu. Kemudian baginda raja meneruskan pertanyaannya lagi.
“Bolehkah manusia melihat ALLAH?”
“Kunci ZatNya tidak bisa dicapai dengan pandangan mata kepala dan pandangan hati.”
“Silahkan perjelaskan lagi wahai anak muda.” minta Sultan Muzaffar Shah.
“Begini Tuanku... adapun jawapan yang diberikan oleh Bunda Tuanku itu diatas dasar soalan lazim yang Tuanku berikan itu ialah sebenarnya benar menurut tahapan akal Tuanku yang ketika itu dinilai masih kanak-kanak.
Adapun jawapan yang diberikan oleh Syeikh Abdullah itujuga betul jika dinilai dari sudut hukum akal... Dan jawapan yang diberikan oleh Syeikh Tua itu juga betul jika dinilai dari sudut pengamalan musyahadah terhadap ilmu hakikat. Begitu jugalah dengan jawapan yang saya berikan juga betul jika dinilai dari sudut ilmu ma’rifat.
Tiada yang salah cuma ilmu itu bertahap-tahap dan tuanku telah pun melalui tahapan-tahapan itu. Dari tahapan jahil (ilmu bunda) ke tahapan awam (ilmu kalam) kemudian ke tahapan khusus (ilmu hakikat) dan akhir sekali ke tahap khawasul khawas (ilmu ma’rifat).”
Kemudian pemuda gembala itu terus menyambung kata-katanya... “Jika ilmu hakikat itu jalan fana kerana menilik kepada Zat ALLAH maka ilmu ma’rifat pula jalan baqa kerana menilik terus kepada Kunci Zat ALLAH. Maka jawaban bagi persoalan tuanku itu secara yang dapat saya simpulkan adalah Tiada yang tahu dimana ALLAH melainkan ALLAH dan tiada sesiapa yang dapat
melihat ALLAH melainkan diriNya sendiri.”

Sultan Muzaffar Shah mengangguk-anggukkan kepalanya tanda faham... “Jadi bagaimana hendak sampai ke tahap mengenal ALLAH dengan sempurna sehingga terbit rasa ingin untuk menemuiNya?”
“Jangan mengenal ALLAH dengan akal sebaliknya mengenal ALLAH dengan ALLAH.”
“Kemudian, apakah cara-caranya untuk dapat bertemu dengan ALLAH?”
“Sebagaimana firman ALLAH yang bermaksud... “Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan amalan soleh dan janganlah dia mempersekutukan Tuhannya dalam beribadat kepadanya”... dari Surah Al-Kahfi ayat ke 110.
Mendengar penjelasan daripada pemuda gembala itu hati Sultan Muzaffar Shah menjadi tenang dan akhirnya baginda diterima menjadi murid si pemuda gembala itu. Kerana kesungguhan yang luarbiasa dalam mengerti ilmu ma’rifat maka baginda mahsyur terkenal sebagai seorang Sultan yang arifbillah lagi zuhud serta warak.

Kemudian rakyatnya dibiarkan bebas untuk berpegang pada mana-mana fahaman pun asalkan ajarannya masih didalam ruang lingkup yang mengikuti pegangan Ahlussunnah Wal Jamaah.
Dan sekarang pada usia 70 tahun barulah Sultan Muzaffar Shah sedar dan faham bahawa untuk memahami tentang ALLAH maka seseorang itu harus melalui tahapan-tahapan yang tertentu sebelum seseorang itu layak dinobatkan sebagai arifbillah. Baginya samada ilmu kalam, ilmu hakikat atau ilmu ma’rifat maka kesemuanya adalah sama penting untuk dipelajari, difahami, dimengerti bagi mewujudkan kesempurnaan untuk mencapai kedudukan insan kamil yang ma’rifatullah.
Kini Sultan Muzaffar Shah sudah memahami bagaimana rasanya rindu kepada ALLAH dan bagaimana rasanya benar-benar tidak sabar untuk bertemu ALLAH. Sejak semalam mulutnya tidak henti-henti asyik mengucapkan kalimah Ismu Zat Allah..Allah..Allah dan kadang-kadang terlihat deruan air mata jernih mengalir perlahan dipipinya sewaktu dipembaringan.

Perlahan-lahan pemuda gembala menghampiri Sultan Muzaffar Shah yang sejak 20 tahun lalu tinggal bersama dengannya dirumah usangnya lantas meletakkan kepala muridnya itu diribaan silanya dengan linangan air mata. Kini nafasnya mulai tersekat-sekat dan melihat itu, pemuda gembala merapatkan bibirnya ke telinga Sultan Muzaffar Shah lantas mentalqinkan baginda dengan kalimah tauhidan seraya diikuti baginda dengan senyuman. Sejurus kemudian Sultan Muzaffar Shah menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Suasana menjadi hening… pemuda gembala menunduk saja dan sebentar kemudian dia berkata. “Alangkah beruntungnya dia.. sekarang Tuanku benar-benar telah menemui ALLAH dan dapat mengenalNya dengan sebenar-benar kenal. "Ya... ALLAH masih belum layakkah untuk aku bertemu denganMu, aku mencemburui Sultan Muzaffar Shah ini maka jemputlah aku menghadapMu…”
Sebentar kemudian pemuda gembala itu pun turut rebah dan menghembuskan nafasnya yang terakhir...
Tiba-tiba hujan pun turun seolah-oleh menangisi permergian dua insan yang mulia akhlaknya itu.
- TAMAT -Demikianlah kisah cerita tentang kisah hikmah raja sultan muzaffar shah,semoga dapat bertambah ilmu pengetahuan bagi kita semua,Wallahu'alam bisshawab